Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

PPKM Diperpanjang, Wilayah Lain Turun Level, Bali Tetap Level 4, Ini Kata Luhut

PPKM kembali diperpanjang, ketika wilayah lain turun level, Bali dan Jogja tetap level 4, ini kata Luhut Binsar Pandjaitan

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ragil Armando
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan alias LBP melanjutkan kunjungan kerjanya di Kota Denpasar, Kamis 12 Agustus 2021 siang. LBP yang didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi proses vaksinasi di Wantilan DPRD Bali. PPKM kembali diperpanjang, ketika wilayah lain turun level, Bali dan Jogja tetap level 4, ini kata Luhut Binsar Pandjaitan. 

Untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan. Untuk itu, kami akan kembali turun ke lapangan untuk kembali melihat kendala yang dihadapi supaya tren perbaikannya dapat dipercepat,” tuturnya.

Adanya penurunan kasus, serta penurunan level PPKM di berbagai kabupaten atau kota menghasilkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa-Bali, serta adanya pemulihan mobilitas masyarakat untuk melakukan rekreasi. 

Hal ini perlu diwaspadai oleh setiap orang agar selalu waspada kepada lingkungan di sekitarnya.

“Berbagai perkembangan baik yang telah kita capai harus kita syukuri bersama. Namun kita tetap harus waspada.

Salah satunya terkait indeks komposit mobilitas yang berjalan cepat yang saat ini sudah kurang dari 5 persen. Jangan sampai terjadi peningkatan,” kata Menko Luhut.

Untuk itu pemerintah melakukan berbagai penyesuaian terhadap aturan PPKM.  Salah satunya adalah dengan melakukan uji coba.

Terutama di beberapa sektor publik dengan menggunakan platform Peduli Lindungi sebagai upaya serius melakukan tracing.

Per 29 Agustus 2021, total masyarakat yang melakukan skrining dengan menggunakan Peduli Lindungi di beberapa sektor publik, seperti pusat perbelanjaan, industri, olahraga, dan lainnya telah mencapai 13,6 juta orang. 

Dari total 13,6 juta orang tersebut, terdapat 462 ribu orang yang masuk kategori merah, sehingga tidak diperkenankan masuk atau melakukan aktivitas oleh sistem. 

“Minggu ini, pemerintah akan melakukan penambahan fitur kategori warna hitam untuk orang yang teridentifikasi positif Covid-19 atau kontak erat sehingga kita bisa lebih cepat dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran kasus.

Baca juga: Luhut Pandjaitan: PPKM Dibuka Berkala Menyesuaikan Kondisi Demi Ekonomi Rakyat

Jika orang-orang ini masih memaksa melakukan aktivitas di ruang publik, maka mereka akan langsung dievakuasi untuk isolasi atau karantina,” tegas Menko Luhut.

Menyambung, Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya penurunan ini. 

“Kuncinya adalah ojo grusa-grusu, tetep eling lan waspada (jangan buru-buru, tetap ingat dan waspada) karena angka positif bisa tiba-tiba naik lagi.

Seperti yang terjadi di berbagai negara lainnya karena munculnya berbagai kegiatan yang mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar,” ingatnya. 

Dia pun lantas menyontohkan naiknya kasus Covid di Indonesia pasca libur Tahun Baru atau Lebaran, serta naiknya kasus di India karena ada perayaan upacara keagamaan berskala besar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved