Breaking News:

Berita Klungkung

Anak SD di Klungkung Hamil 7 Bulan, Ternyata Dicabuli Ayah Angkat

TY (41) hanya bisa menunduk saat ditemui di Polres Klungkung, Kamis 2 Agustus 2021.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kapolres Klungkung AKBP Made Dhanuardana saat menunjukkan barang bukti kasus pencabulan yang dilakukan TY ke anak angkatnya, Kamis 2 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - TY (41) hanya bisa menunduk saat ditemui di Polres Klungkung, Kamis 2 Agustus 2021.

Pria yang sehari-hari bekerja dengan mengumpulkan barang rongsokan itu, tega mencabuli anak angkatnya, ANP  yang masih berusia 12 tahun hingga hamil.

TY tidak mau banyak bicara, saat Kapolres Klungkung AKBP Made Dhanuardana memintainya keterangan.

Ia hanya berkata, aksinya bejatnya itu sudah beberapa kali dilakukannya.

Baca juga: Gencar Isoter, Angka Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Klungkung Sudah di Bawah 100 Pasien

" Tiga kali pak (mencabuli anak sulungnya)," ungkap TY dengan suara yang sangat pelan.

Made Dhanuardana mengungkapkan, tersangka (TY) mencabuli anak angkatnya sejak bulan Januari 2021 lalu.

Kasus ini terkuak saat korban yang masih duduk kelas 6 SD, mengalami perubahan pada fisiknya.

Sang ibu pun kaget, mengetahui anaknya itu ternyata hamil dengan usia kandungan sudah 7 bulan.

Baca juga: Masih Terapkan PPKM Level 4, Pilkel Serentak di Klungkung Kembali Diundur

" Lalu ibunya ini melapor ke polisi, karena anaknya dihamili oleh ayah angkatnya," ungkapnya.

Mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi, TY sempat kabur ke Denpasar, sampai akhirnya berhasil diamankan di tempat persembunyiannya di wilayah Denpasar Utara.

" Pelaku melakukan pencabulan ke anak angkatnya beberapa kali. Ia melakukan bujuk rayu ke korban, hingga terjadi aksi pencabulan itu," jelas Dhanuardana.

Baca juga: Dinas Perhubungan Klungkung Usulkan Penambahan Pelayanan Angkutan Siswa Gratis Pada Tahun 2022

Pelaku melakukan aksinya itu di rumahnya, yang terletak di Kecamatan Klungkung.

Selama ini korban biasa tidur bersama istri dan angkatnya itu dalam satu kamar.

Pelaku pun dijerat pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) UU RI No 35 th 2014 Ttg perubahan atas UU RI No 23 thn 2002 ttg Perlindungan Anak. Ia diancam hukuman penjara 15 tahun, dan denda  Rp5 miliar. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved