Breaking News:

Berita Gianyar

Disebut Dapat Bayaran Penguburan Jenazah Covid-19, Ini Jawaban Petugas Lapangan Gianyar

Pernyataan Bupati Gianyar, Made Mahayastra terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Gianyar, Bali kembali memunculkan bantahan

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa via kompas.com
Ilustrasi pemakaman pasien Covid-19. 

TRIBUN-BALI COM, GIANYAR - Pernyataan Bupati Gianyar, Made Mahayastra terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Gianyar, Bali kembali memunculkan bantahan dari pekerja lapangan.

Di mana sebelumnya, tenaga kesehatan (nakes) khusus covid-19 membantah mendapatkan pendapatan besar.

Kini, petugas penguburan jenazah Covid-19 di Kabupaten Gianyar yang melakukan pembantahan pernyataan Bupati Gianyar, terkait adanya bayaran Rp150 ribu per jenazah Covid-19 yang meninggal di rumah sakit pemerintah Gianyar. 

Baca juga: Nakes Covid-19 Bantah Bupati Gianyar, Tunggakan Tahun 2020 Rp 11 Miliar Lebih di Tabanan

Berdasarkan catatan Tribun Bali, Kamis 2 September 2021, Bupati Gianyar Made Mahayastra usai sidang di DPRD Gianyar beberapa hari lalu mengatakan bahwa para petugas penguburan jenazah Covid-19 via RS Pemerintah Gianyar mendapatkan bayaran Rp150 ribu per jenazah.

Di mana petugas penguburan jenazah ini merupakan petugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI).

Baca juga: Empat Kecamatan di Gianyar Ini Memiliki Potensi Longsor yang Tinggi 

Namun dalam penelusuran yang dilakukan Tribun Bali, Kamis 2 September 2021, hampir semua pihak yang terlibat dalam penguburan jenazah terkonfirmasi Covid-19 membantah hal tersebut.

"Saya sudah sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah Covid-19, sepeserpun tidak pernah menerima apa yang dikatakan Pak Bupati. Jangankan 150 ribu, segelas air pun tidak ada," ujar petugas yang meminta identitasnya disembunyikan.

Baca juga: Nakes Covid-19 di Gianyar Bantah Terima Pendapatan Tinggi

Ia berharap, jikapun memang ada bayaran Rp150 ribu, diharapkan agar diberikan ke pihaknya.

Sebab, kata dia, di tengah kondisi seperti ini, jangankan Rp150 ribu, uang Rp50 ribu saja sangat berarti.

Namun jika dana tersebut memang tidak ada, pihaknya berharap tidak ada statement demikian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved