Berita Badung

Pelaku UKM untuk Objek Wisata di Badung Tak Lagi Dapat Bantuan Stimulus

Pemerintah Kabupaten Badung kini tidak lagi memberikan stimulus kepada pelaku UKM yang ada di objek wisata di gumi keris.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung Made Widiana 

TRIBUN-BALI,COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kini tidak lagi memberikan stimulus kepada pelaku UKM yang ada di objek wisata di gumi keris.

Pemberian stimulus bagi para pelaku usaha kecil di tempat wisata hanya diberikan bantuan berupa Penerima Bantuan Stimulus Usaha (PBSU) pada 2020 lalu.

Sebelumnya, per UMKM diberikan Rp2 juta.

UMKM yang diberikan bantuan yakni UKM yang sama sekali belum mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Baca juga: Terkait Usulan Pengusaha Pusat Perbelanjaan, Ketua DPRD Badung Akan Bersurat ke Gubernur dan Menko

Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Badung, Made Widiana, saat dikonfirmasi Kamis 2 September 2021 tidak menampik jika pihaknya tidak lagi memberikan bantuan PBSU kepada pelaku UKM di objek-objek wisata.

“Tahun ini tidak ada (PBSU -red), terakhir pemberian bantuan stimulus kepada UKM di objek wisata dilakukan 2020. Apalagi kondisi keuangan Badung, kini lagi bermasalah,” ujarnya.

Baca juga: Badung Audit Besar-besaran LPD, Banyak Bermasalah, Rencana Digelar 2022

Menurutnya, stimulus berupa PBSU adalah program terakhir yang diberikan kepada UKM di objek wisata.

Saat ini bantuan untuk mendukung pelaku UKM bangkit dari pandemi belum dirancang kembali.

“Sementara belum ada program yang dirancang untuk UKM. Kendati demikian sebelumnya UKM juga sempat mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Untuk diketahui, PBSU yang diberikan kepada UKM Pemkab Badung bertujuan membantu pemodalan bagi pelaku usaha kecil di objek-objek wisata dalam menyambut new normal.

Baca juga: Oknum Polisi Pengedar Sabu di Badung Dituntut 15 Tahun Penjara, Ngurah Menara Mohon Keringanan

Bantuan PBSU bersumber dari APBD Badung  sebesar Rp1.880.000.000. Bahkan masing-masing UKM mendapatkan Rp2 Juta

“Dana ini akan diperuntukan kepada 938 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memiliki usaha di objek wisata,” katanya.

Dari 938 usaha kecil yang diverifikasi belum tentu semuanya lolos, semuanya tergantung dari hasil verifikasi yang sudah dilakukan sejak awal Mei lalu.

Dikatakan, bantuan yang masih diberikan untuk pelaku usaha kecil adalah Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang pendaftaranya hingga akhir September 2021.

“Para pelaku UMKM yang ada di Gumi Keris dapat mengajukan melalui kantor desa atau kelurahan yang nantinya akan diajukan ke Diskop UKM dan Perindag setempat, kalau untuk bantuan BPUM ini,” bebernya.

Baca juga: Oknum Polisi Pengedar Sabu di Badung Dituntut 15 Tahun Penjara, Ngurah Menara Mohon Keringanan

Nanti data calon penerima akan diajukan dari desa atau kelurahan ke Diskop UKM dan Perindag.

Selanjutnya pihaknya  akan mengajukan ke provinsi dan provinsi akan mengajukan ke Kementrian Koperasi dan UKM.

“Kalau ini Bantuan dari pusat, kami hanya memfasilitasi saja,” ujarnya.

Terkait kuota penerima, pihaknya mengakui belum ada ketentuan.

Untuk itu, pihaknya meminta pelaku UMKM segera mendaftarkan diri.

Setiap pengajuan akan diverifikasi terlebih dahulu setelah itu bantuan akan dikirimkan langsung melalui rekening bank milik pelaku UMKM sendiri.

“Untuk kuotanya sendiri memang saya belum terima berapa kuota dan berapa jumlah uang yang disediakan dan akan disalurkan oleh pusat, karena setiap kementerian memiliki target sendiri dalam hal pemulihan ekonomi,” tambahnya (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved