Serba Serbi
Mantra dan Sloka Wiwaha, Boleh Menikah Sejak Usia 20 Tahun
Empat jenjang kehidupan, diantaranya adalah Brahmacari Asrama, Grhasta Asrama, Wanaprasta Asrama, dan Bhiksuka Asrama.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Diantaranya, Brahma Wiwaha, Daiwa Wiwaha, Arsa Wiwaha, Prajapati Wiwaha, Asura Wiwaha, Gandharwa Wiwaha, Raksasa Wiwaha, dan Paisaca Wiwaha.
Semuanya dijelaskan dalam Manawa Dharma Sastra III sloka 27-34.
Brahma Wiwaha adalah perkawinan atas dasar pemberian anak wanita kepada seorang pria yang ahli Weda atau agama, serta berperilaku baik dan terhormat.
Kemudian diundang sendiri oleh ayah si wanita.
Daiwa Wiwaha, adalah perkawinan atas dasar pemberian anak wanita kepada seorang pendeta, yang melaksanakan upacara atau yang telah berjasa.
Baca juga: Lahir Tanpa Saudara hingga Wuku Wayang, Ini Alasan Mengapa Tumpek Wayang Jadi Hari Keramat
Arsa Wiwaha, adalah perkawinan yang dilakukan karena atas kebaikan keluarga.
Prajapati Wiwaha, adalah perkawinan terjadi atas dasar pemberian anak perempuan setelah berpesan mantra 'semoga kamu berdua melaksanakan kewajibanmu bersama' dan setelah menunjukkan penghormatan kepada pengantin pria.
Asura Wiwaha, adalah bentuk perkawinan dimana setelah pengantin pria memberi mas kawin menurut kemampuan dan didorong oleh keinginannya sendiri kepada si wanita.
Serta ayahnya menerima wanita itu untuk dimilikinya.
Gandharwa Wiwaha adalah, bentuk perkawinan atas dasar suka sama suka antara seorang perempuan dengan pria.
Lalu Raksasa Wiwaha, adalah bentuk perkawinan dengan cara menculik gadis secara paksa.
Namun tentu di zaman modern saat ini, perkawinan jenis ini sangat dilarang dan bertentangan dengan hukum.
Paisaca Wiwaha adalah, bentuk perkawinan dengan cara mencuri, memaksa, atau dengan membuat bingung atau mabuk.
Jenis ini juga sangat tidak baik jika diterapkan.
Karena tidak sesuai dengan ajaran kebenaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lihat-makna-jodohmu-sesuai-saptawara.jpg)