Berita Denpasar
Ekspor Ikan dari Bali pada Agustus 2021 Senilai Rp149,62 Miliar dengan Tujuan 53 Negara
Nilai ekspor ikan dari Bali pada bulan Agustus 2021 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2020 lalu.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Nilai ekspor ikan dari Bali pada bulan Agustus 2021 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2020 lalu.
Dimana untuk Agustus tahun 2021 ini, nilai ekspor ikan dari Bali sebesar Rp149.62 miliar, dan mengalami penurunan sebesar 13.56 persen.
Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar, Anwar mengatakan nilai ekspor tahun 2020 lalu pada periode yang sama mencapai Rp173.09 miliar rupiah.
Adapun rinciannya yakni, ekspor ikan hidup pada bulan Agustus 2021 sebesar Rp8.79 miliar dan mengalami penurunan sebesar 11.66 persen dibandingkan dengan Agustus 2020 yang mencapai Rp9.95 miliar.
“Sementara untuk nilai ekspor ikan non hidup pada bulan Agustus 2021 sebesar Rp140.83 miliar. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13.68 persen dibandingkan dengan Agustus 2020 yang mencapai Rp163.14 miliar rupiah,” kata Anwar, Selasa 7 September 2021.
Anwar mengatakan faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai ekspor ini dikarenakan terkendala transportasi.
Ia mengatakan untuk pengiriman dari Bali terlebih dahulu harus transit ke Jakarta sebelum dikirim ke negara tujuan.
Begitu juga jika pengiriman dilakukan lewat laut, harus transit juga ke Surabaya.
“Belum ada yang dari Bali langsung ke negara tujuan, harus transit dulu baik lewat udara maupun laut,” katanya.
Akibatnya, banyak permintaan yang tak bisa terlayani tepat waktu, bahkan sampai terjadi pembatalan.
Padahal menurutnya, hingga saat ini stok ikan di Benoa sangat banyak.
Meskipun mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Agustus 2020 lalu, namun jika dibandingkan dengan ekspor pada bulan Juli, untuk ekspor bulan Agustus 2021 ini meningkat sebesar 25,55 persen.
Adapun nilainya, yakni sebesar Rp149,62 miliar pada Agustus 2021, sedangkan pada Juli 2021 Rp119.17 miliar.
Untuk ekspor bulan Agustus merambah 53 negara yang didominasi oleh United States dengan nilai ekspor sebesar Rp64.54 miliar (43.14 persen), disusul Taiwan sebesar Rp23.74 miliar (15.87 persen), Australia sebesar Rp16.12 miliar (10.77 persen), China sebesar Rp11.69 miliar (7.81 persen), Jepang sebesar Rp11.23 miliar (7.51 persen) dan 48 negara lainnya sebesar Rp22.30 miliar rupiah atau 14.91 persen.
Baca juga: PPKM Level 4 di Denpasar Diperpanjang, Tim Yustisi Gelar Sidak Masker di Jalan Danau Buyan Sanur
Anwar mengatakan tak ada negara tujuan ekspor selama ini yang berhenti menerima ekspor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ekspor-impor_20161228_171156.jpg)