Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Daun Kelor

Bergizi Tinggi, Ini 5 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan, Diburu Eropa hingga Amerika Serikat

Manfaat daun kelor yang dikenal sebagai superfood membuat bahan pangan ini belakangan menjadi incaran di Eropa, Timur Tengah, sampai AS

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Pohon Kelor - Bergizi Tinggi, Ini 5 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan, Diburu Eropa hingga Amerika Serikat 

3. Bisa membantu menurunkan kolesterol jahat

Berbagai penelitian dengan melibatkan hewan dan manusia menunjukkan, mengonsumsi daun kelor dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Kandungan kolesterol tinggi dalam darah terbukti bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain mengonsumsi daun kelor, Anda yang ingin menurunkan kolesterol tinggi juga disarankan makan makanan yang mengandung gandum utuh atau beras merah, kacang-kacangan, sayur, dan buah, serta membatasi gorengan.

4. Bergizi tinggi

Melansir bukuTanaman Kelor: Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha (2018) oleh F.G. Winarno, daun kelor memiliki protein, vitamin A, kalium, kalsium, dan vitamin C yang lebih tinggi ketimbang bahan pangan populer lain.

Sebanyak 100 gram daun kelor kering mengandung protein dua kali lebih tinggi dari yoghurt, vitamin A tujuh kali lebih tinggi dari wortel, kalium tiga kali lebih tinggi dari pisang, kalsium empat kali lebih tinggi dari susu, dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.

Tak hanya zat gizi penting di atas.

Melansir Healthline, daun kelor juga mengandung vitamin B6, zat besi, magnesium, serta riboflavin B2.

Perlu diingat, daun kelor punya efek samping yakni punya kadar antinutrien yang tinggi.

Apabila dikonsumsi berlebihan, asupan ini dapat mengurangi penyerapan mineral dan protein.

Untuk mencegah efek negatifnya, Anda disarankan mengonsumsi daun kelor bersama makanan bergizi lain agar kecukupan nutrisi tetap terjaga.

5. Melindungi tubuh dari racun arsenik

Paparan arsenik jangka panjang, baik dari pestisida sampai pencemaran air, dapat memengaruhi kesehatan.

Studi menunjukkan dampaknya bisa meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved