Breaking News:

Berita Klungkung

Ketua Komisi III DPRD Klungkung: Oknum Dokter Pungli Harusnya Dimutasi

Kasus Dokter yang melakukan pungli (pungutan liar) di RSUD Klungkung mendapat sorotan Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Wayan Mardana.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ketua Komisi III DPRD Klungkung I Wayan Mardana. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Kasus Dokter yang melakukan pungli (pungutan liar) di RSUD Klungkung mendapat sorotan Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Wayan Mardana.

Menurutnya sanksi yang diberikan ke oknum dokter itu seharusnya tidak sebatas sanksi administrasi, namun juga mutasi.

Mardana menjelaskan, saksi tegas seharusnya diberikan terhadap oknum yang nekat melakukan pungli pada setiap pelayanan publik.

Terlebih rumah sakit yang merupakan intitusi sosial yang seharusnya mengedepankan rasa kemanusiaan.

Baca juga: Intalasi Gas Metan Kembali Dipasang di TPA Sente Klungkung

Pungli di rumah sakit menurutnya sudah sangat tidak dibenarkan, dan pelakunya harus mendapatkan sanksi tegas.

Terlebih oknum yang melakukan pungli di RSUD Klungkung ini sudah melakukan aksinya berulang kali.

"Kalau pandangan tiang, jika hanya diberikan sanksi administrasi kurang ada efek jera dan kurang tegas. Minimal juga ada mutasi, apalagi oknum ini sudah dua kali melakukan tindakan itu," tegas politisi asal Desa Gunaksa tersebut, Rabu 8 September 2021.

Menurutnya dengan saksi administrasi berupa penurunan pangkat disertai mutasi dapat menjadi efek jera dan memperkecil kesempatan oknum itu untuk mengulangi perbuatan diluar ketentuan.

"Jangan diberikan kesempatan oknum itu melakukan tindakan itu lagi. Ini rumah sakit yang harusnya mengedepankan kemanusiaan. Jangan hanya karena ulah oknum, malah rumah sakit jadi beban masyarkat," tegasnya.

Meskipun demikian, Komisi III DPRD Klungkung yang juga membidangi masalah kesehatan berencana untuk mengundang pihak manajemen RSUD Klungkung terkait hal itu.

Pihak dewan ingin mengetahui secara rinci peristiwa itu.

"Nanti kami jadwalkan untuk melaksanakan rapat kerja dengan pihak RSUD Klungkung terkait hal ini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya,  oknum dokter bedah di RSUD Klungkung berinisal B kembali ketahuan melakukan pungli (pungutan liar) ke pasien.

Baca juga: Ketahuan Lakukan Pungli Lagi, Oknum Dokter Bedah di Klungkung Diganjar Hukuman Penurunan Pangkat

Akibatnya oknum dokter itu diganjar sanksi disiplin penurunan pangkat karena sudah dua kali melakukan perbuatan pelanggaran disiplin. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved