Breaking News:

Berita Buleleng

Warga Desa Sidatapa Cabut Laporan Dugaan Penganiayaan di Denpom IX/3-1 Singaraja

Setelah Dandim 1609/Buleleng, pencabutan laporan disusul oleh warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Pada Kamis 9 September 2021 pagi

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Warga Desa Sidatapa didampingi kuasa hukumnya saat mendatangi Denpom IX/3-1 Singaraja, untuk mencabur laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI, Kamis 9 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Setelah Dandim 1609/Buleleng, pencabutan laporan disusul oleh warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Pada Kamis 9 September 2021 pagi, warga didampingi kuasa hukumnya, mendatangi Denpom IX/3-1 Singaraja.

Mereka datang untuk mencabut laporan terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI beberapa waktu lalu. 

Kuasa hukum warga Desa Sidatapa. Kadek Cita Ardana Yudi mengatakan, pencabutan laporan ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan perdamaian, saat dimediasi oleh Gubernur Bali Wayan Koster serta Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, pada Selasa kemarin.

Di mana, saat mediasi itu, kedua belah pihak (warga dan Dandim,red) sepakat untuk bersama-sama tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. 

Baca juga: Dinilai Terbukti Tilep Dana LPD Gerokgak, Buleleng, Nyoman Milik Dkk Dituntut 2 Tahun Penjara

"Saat dimediasi itu kan sudah disepakati, sama-sama melakukan itikad baik. Dandim sudah kemarin mencabut laporannya di polisi. Kami pun saat ini juga ikut mencabut laporan di Denpom," terangnya. 

Pasca mendapat kesepakatan damai, Kadek Cita pun berharap dalam penanganan Covid-19 khususnya di Desa Sidatapa, Satgas terlebih dahulu berkomunikasi dengan warga, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Yang kemarin itu kan karena kesalahpahaman saja. Pada titik tertentu, masyarakat mengalami kondisi psikologis yang susah. Hampir dua tahun mengalami situasi yang berat akibat pandemi."

"Jadi masyarakat dan aparatur harus bijak melakukan komunikasi dalam penanganan Covid-19 ini," ucapnya. 

Baca juga: Dandim Buleleng Resmi Cabut Laporan Polisi, Buntut Konflik Warga Desa Sidatapa dengan Anggota TNI

Di sisi lain, konflik yang terjadi antara warga dengan sejumlah anggota TNI saat pelaksanaan rapid antigen acak di Desa Sidatapa ini juga mendapat perhatian Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab. Ditemui di Singaraja, Kamis 9 September 2021 Umar menyebut, langkah perdamaian yang diambil saat ini sudah sangat tepat.

Sebab pihaknya tidak ingin aparat yang seharusnya melindungi masyarakat, justru saling berhadapan dengan hukum. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved