Breaking News:

Berita Badung

Dana Insentif Tenaga Kesehatan Covid-19 di Badung Dipotong, Nakes Lapor ke Kejari

Dana insentif untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, kabarnya ada pemotongan, mereka pun lapor ke Kejari

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
hai.grid.id
Ilustrasi Uang Rupiah. Dana insentif untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, kabarnya ada pemotongan, mereka pun lapor ke Kejari. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dana insentif untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali, kabarnya ada pemotongan.

Beberapa tenaga kesehatan di Kabupaten Badung pun sudah mulai pakrimik.

Bahkan kabar pemotongan dan insentif untuk tenaga kesehatan itu pun dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Badung.

Hanya saja sampai saat ini kejaksaan masih mendalami laporan tersebut.

Menurut informasi yang didapat, insentif Covid-19 yang semestinya diberikan sesuai regulasi itu ada pemotongan.

Baca juga: Insentif Tenaga Kesehatan Dipotong 50 Persen, Dokter dan Perawat Protes Sri Mulyani

Ada beberapa tenaga penunjang kesehatan yang menangani pasien Covid-19 tidak mendapat insentif.

Permasalahan pemotongan insentif untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Badung muncul dari salah satu pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di gumi keris.

Kabarnya insentif tenaga kesehatan yang diterima harus dipotong kembali, padahal dananya sudah dikirim ke rekening masing-masing. 

Kondisi itu pun membuat para tenaga kesehatan di Kabupaten Badung bertanya-tanya, hingga permasalahan itu pun dilaporkan ke Kejari Badung.

Untuk tindaklanjut laporan itu, Kejari Badung akan melakukan pemeriksaan secepat mungkin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved