Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Selektif Pilih Negara Asal Turis, Wagub Usulkan Pembukaan Pintu Internasional Bali November

Saat ini sedang santer diberitakan bahwa pemerintah RI telah membuka pintu masuk penerbangan untuk Warga Negara Asing

Tayang:
Tribun Bali/Ragil Armando
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati - Selektif Pilih Negara Asal Turis, Wagub Usulkan Pembukaan Pintu Internasional Bali November 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini sedang santer diberitakan bahwa pemerintah RI telah membuka pintu masuk penerbangan untuk Warga Negara Asing (WNA) pasca turunnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Mengenai hal tersebut, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok ace mengatakan, saat ini pihaknya sedang usulkan untuk membuka pintu masuk Internasional, November 2021.

"Ya sedang kita susun karena kalau internasional itu setidak-tidaknya satu bulan sebelumnya kita sudah harus umumkan. Karena persiapan penerbangan tidak segampang untuk domestik. Jadi saya kalau kita berbicara di November, tentu kita harus umumkan di akhir September ini. Nah kita sedang usulkan kalau misalnya direncanakan November untuk internasional, tentu kita tidak bisa melihat seperti hitam dan putih. Tentu kita harus diapkan plan A, plan B, plan C," katanya, Jumat 17 September 2021.

Dia mengatakan, proses yang melalui beberapa planning tersebut yang diharapkan.

Baca juga: Masa Pandemi COVID-19, SMAN 1 Kintamani Bangli Implementasikan Lighthouse School Program

Sehingga nantinya para pekerja industri, termasuk penerbangan bisa menyiapkan beberapa persiapan dari jauh-jauh hari sebelumnya.

Sementara untuk target negara, Cok Ace menjelaskan negara yang menjadi fokus yakni yang kondisinya sudah membaik dari Covid-19.

"Sebenarnya ini sangat bergerak terus ya, tapi kriteria yang kita ajukan adalah negara-negara yang sudah kondisinya sudah membaik. Kemudian negara-negara yang kita harapkan memberikan dampak ekonomi yang besar di Bali. Jadi kita agak selektif juga dalam hal ini," tambahnya.

Sedangkan kendala besar yang dihadapi Bali untuk membuka jalur internasional yakni kasus Covid-19 yang cenderung masih fluktuatif angkanya.

Ia berharap zona Covid-19 di Provinsi Bali bisa turun dari oranye menjadi kuning.

"Karena kondisi kita di Bali khususnya yang kita lihat sendiri masih fluktuatif (kasus Covid-19). Ini astungkara beberapa minggu terakhir sudah menunjukkan angka baik. Jadi mudah-mudahan lah kalau ini bisa kita turun sekarang dari oranye ke kuning. Kalau ini bisa kita tekan terus, kemudian aplikasi kita bisa terapkan, saya kira ini sudah merupakan jalan baik untuk kita bisa buka kembali," katanya.

Terkait pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan agar Bali lebih selektif pada turis asing yang diperbolehkan berwisata ke Indonesia, Cok Ace memberi penjelasan terkait pelarangan turis backpacker yang masuk ke Indonesia.

"Sudah saya sampaikan tadi semua itu ada pasarnya di Bali. Backpacker, semua ada pasarnya di Bali. Tapi karena pertama ini kita hanya membatasi jumlah kunjungan, tentu jumlah kunjungan ini kita batasi adalah kunjungan wisata-wisatawan yang negara asalnya memang kebetulan sudah terkontrol semua, kesehatannya baik, kemudian memberikan manfaat ekonomi. Kita ingin konsentrasi di sana dulu sementara. Pada akhirnya kita memang seperti pasar-pasar sebelumnya," ungkapnya.

Hingga saat ini ia belum bisa memberikan data kira-kira berapa persen turis backpacker bisa berkunjung ke Bali karena Bali belum membuka jalur internasional untuk WNA.

"Belum belum buka, kita masih tidak buka sama sekali," tambahnya.

Terpisah, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menerbitkan kebijakan keimigrasian terbaru, yakni Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 34 Tahun 2021 Tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu 15 September 2021.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved