Berita Tabanan

Persiapan PTM Bulan Oktober di Tabanan, Guru Belum Vaksin Tak Diizinkan Mengajar 

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tabanan akan dilaksanakan awal Oktober 2021 mendatang.

Ist/Pemkab Tabanan
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (tengah) saat melaksanakan diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Nyoman Putra (kemeja merah) terkait kesiapan PTM terbatas di Kantor Bupati Tabanan, Jumat 24 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tabanan akan dilaksanakan awal Oktober 2021 mendatang.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya telah memberi lampu hijau kepada Dinas Pendidikan untuk PTM tersebut dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu syaratnya adalah bagi tenaga pendidik yang belum divaksinasi tidak diizinkan mengajar.

Baca juga: Kebakaran Garase di Tabanan, Dua Unit Mobil Hangus Terbakar, Sudarya Sempat Selamatkan Satu Mobil

Bupati Sanjaya telah melaksanakan diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Nyoman Putra yang intinya membahas terkait kesiapan PTM terbatas yang direncanakan untuk diterapkan di Tabanan pada awal bulan Oktober 2021. 

Surat Edaran Bupati Tabanan, menyusul SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di Provinsi Bali, yang menyatakan bahwa PTM Terbatas bisa diberlakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sanjaya menjelaskan, melalui aturan pola pembelajaran yang diberlakukan hanya sebanyak 50% dari kapasitas jumlah siswa dan penerapan waktu belajar dengan sistem shifting atau bergantian, dengan perhitungan 1 shift-nya akan berlangsung selama 90 menit. 

Baca juga: Salah Paham Terkait Biaya Servis HP di Tabanan, Febriansyah Bogem Donny Hingga Wajahnya Robek

"Simulasi PTM di Tabanan sejatinya sudah pernah dilakukan sejak bulan Juli 2021 lalu. Namun penyempurnaan kesiapan, terhadap Satgas Covid-19 maupun protokol kesehatan ketat di setiap jenjang satuan pendidikan harus dipastikan bisa dipenuhi terlebih dahulu," jelasnya.

Politikus asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken ini mengimbau untuk seluruh tenaga pengajar atau guru wajib seluruhnya divaksin, apabila ada yang belum divaksin dengan alasan tertentu, maka tidak diizinkan untuk mengajar. 

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Tabanan, BPBD Peringatkan Potensi Bencana Pohon Tumbang hingga Longsor

"Jika seluruh kabupaten/kota di Bali serempak keputusannya, akhir bulan ini atau awal Oktober nanti akan segera kita laksanakan," ujar Sanjaya. 

Menurutnya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah metode belajar yang lebih efektif dan efisien, dengan mempertimbangkan interaksi langsung yang terjadi antar siswa, meskipun dengan pembatasan protokol yang ketat.

Artinya PTM merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa saat ini.

Dia juga menegaskan, agar pemberlakuan PTM terbatas ini tidak menjadi kluster baru dalam perkembangan virus Covid 19 kedepannya.

Baca juga: 10 Pelajar Tertangkap Saat Balap Liar di Tabanan, Polisi Janji Jaga 24 Jam Arena Bypass Soekarno

"Kita harus hati-hati sekali karena kluster ini yang harus kita waspadai," ucapnya.

"Astungkara, di Tabanan Covid sudah mulai menurun, dari level juga sudah di level 3, tapi kita tetap harus hati-hati sedikit lagi, Intinya, tunggu beberapa hari lagi untuk persiapan yang lebih matang," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra menekankan akan terus melakukan tinjau ulang terkait persiapan, Satgas dan pelaksanaan protokol kesehatan.

Ia juga meminta agar para orangtua menyediakan waktu untuk mengantar anak ke sekolah dan langsung menjemput sampai ke rumah seusai belajar, agar anak langsung pulang ke rumah dan potensi anak-anak terpapar bisa ditekan.

Kemudian, kata dia, pihaknya juga menyampaikan akan ada konsekuensi pemberlakuan PTM Terbatas jika salah satu sekolah lalai dalam memberlakukan prokes sampai dengan terpapar, salah satunya adalah penutupan sekolah tersebut.

"Terkait dengan kegiatan olah raga pada PTM terbatas ini tidak kita berlakukan, karena berpotensi ada kontak fisik, begitupun dengan kantin sekolah ditiadakan," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved