Breaking News:

Berita Denpasar

Polda Bali Apresiasi Vaksinasi Massal Yayasan Anak Emas & Bali Mengaji, Ini Kata Petinggi Polda Bali

Vaksinasi Massal 1000 Peserta yang berlangsung di SD Anak Emas mendapat apresiasi dari Dir Intelkam Polda Bali Kombes Pol Zaenal Abidin.

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan_
Komunitas Bali Mengaji dan Yayasan Anak Emas menggelar kegiatan vaksinasi massal. Kegiatan yang berlangsung di SD Anak Mas Jalan Buana Raya, Nomor 99X, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu 25 September 2021 juga didukung oleh Polda Bali. 

"Kita sudah berupaya menghindari terjadinya hambatan input data dan sebagainya. Jadi kita berikan google form untuk mereka akses tanpa perlu datang kesini mengisi formulir dengan tulisan. Jadi saat pendaftaran sudah bisa terimput semua, tinggal nanti di print saja disini," tambahnya. 

Sementara itu, menyikapi keraguan masyarakat terhadap vaksinasi, Ustad Fauzi Hamid Basulthana meyakinkan kepada masyarakat untuk tidak mendengarkan berita bohong terkait dampak dari vaksinasi.

Ia mengatakan banyak pemuka agama bahkan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa terkait vaksinasi.

Bahkan di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia khususnya Bali juga, vaksinasi sudah diberlakukan ke semua untuk memberikan kekebalan imun dalam tubuh dan membantu mengatasi masalah pandemi ini.

Baca juga: 14 Kelompok Orang dengan Kriteria Ini Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Peneliti Israel: Vaksin Dosis Ketiga Menambah Imunitas 10 Kali Lipat

"Rata-rata di dunia, bukan di negeri kita bukan hanya di Bali tapi seluruh dunia orang yang vaksinasi imun nya lebih kuat dan penurunan covid ini nampak signifikan setelah dikaji bersama," ungkap Fauzi. 

Untuk itu, ia mengajak masyarakat jangan mudah percaya dengan isu hoax yang beredar, jika tidak merugi dikemudian hari.

"Jika kita masih percaya hal-hal yang hoax, namanya keterbelakangan dan kita sendiri yang rugi. Kita (harus) kembali kepada kepercayaan diri sendiri," lanjut Fauzi.

"Kalau tidak kita tidak bisa kemana-mana, mau bergerak gak bisa. Kita mau bergerak, ya harus menerima keadaan seperti ini, di dunia saja seperti ini situasinya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved