CPNS Bali

Sempat Terpapar Covid-19, Peserta Seleksi CPNS di Pemkab Buleleng Ikuti SKD Susulan

ada 17 peserta yang sebelumnya berhalangan hadir untuk mengikuti SKD lantaran positif terpapar Covid.

Istimewa
Peserta CPNS di lingkup Pemkab Buleleng saat mengikuti SKD susulan lantaran sebelumnya berhalangan hadir akibat terpapar Covid-19, Selasa (28/9/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Peserta yang berhalangan hadir untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Buleleng akibat positif terpapar Covid-19, kini diberi kesempatan untuk mengikuti SKD susulan.

Seleksi susulan itu telah dimulai pada Selasa (28/9/2021), bertempat di Kantor Regional X BKN Denpasar.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Buleleng, Ni Luh Made Enny Widhiyati mengatakan, ada 17 peserta yang sebelumnya berhalangan hadir untuk mengikuti SKD lantaran positif terpapar Covid.

Hal ini diketahui lantaran belasan peserta itu telah memberikan konfirmasi kepada sehari sebelum seleksi dilaksanakan.

Baca juga: Atlet Taekwondo Buleleng Sabet 19 Medali Emas pada Kejuaraan Indonesia Timur Terbuka 2021

Untuk itu, BKPSDM Buleleng pun melakukan penetapan jadwal seleksi susulan khusus untuk para peserta yang berhalangan hadir karena terpapar Covid.

Atas usulan itu, dari pusat menurunkan jadwal SKD susulan khusus untuk 17 peserta itu pada Selasa (28/9/2021) hingga Kamis (30/9/2021) serta pada Jumat (15/10/2021).

Hari pertama SKD susulan ini, kata Enny diikuti sebanyak satu orang peserta, sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh pusat.

SKD dimulai dari pukul 08.00 wita hingga 09.40 wita, di ruang khusus berupa bilik dengan lebar sekitar 1.5 meter.

Di dalam bilik itu juga terdapat komputer untuk peserta mengerjakan tes.

"Dalam pelaksanaan SKD susulan ini, tidak jauh beda dengan SKD sebelumnya.

Peserta harus membawa surat hasil rapid test negatif, kartu vaksinasi dan surat kampanye sehat yang diserahkan kepada panitia. Hanya ruangannya yang sedikit berbeda," ungkapnya.

Mengingat pada hari pertama SKD susulan hanya diikuti oleh satu orang peserta, Enny menyebut pihaknya sejatinya sudah meminta kepada Panselnas agar seleksi SKD susulan dapat dilaksanakan serentak, sehingga dalam sehari bisa langsung diikuti oleh 17 peserta.

Namun pusat tetap memberikan jadwal secara acak, sehingga pihaknya hanya bisa mengikuti jadwal yang diberikan.

Apabila dalam jadwal SKD susulan itu ternyata masih ada peserta yang belum sembuh, atau masih positif terpapar Covid-19, peserta masih tetap diizinkan untuk hadir mengikuti SKD.

Baca juga: Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemendikbud Ristek di Undiksha Dipantau Ombudsman Perwakilan Bali

Panitia akan melayaninya dengan menggunakan pakaian APD lengkap.

Namun apabila peserta tidak hadir dalam seleksi, maka akan dianggap gugur, sebab  pusat tidak menjadwalkan SKD susulan kedua. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved