Berita Bali

Diduga Terlibat Jual Beli Sabu, Oknum Polisi Made Ardhana Dituntut 10 Tahun Penjara

terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian Satnarkoba Polresta Denpasar bermula dari penangkapan dua orang suruhan terdakwa.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Aji silaban (kanan) selaku penasihat hukum mendampingi terdakwa Made Ardhana (kiri) menjalani sidang secara daring dari Polresta Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Oknum polisi Gde Made Ardhana (34) yang bertugas di Polres Badung dituntut sepuluh tahun penjara.

Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut pidana denda Rp 800 juta subsider empat bulan.

Ardhana dituntut pidana karena dinilai bersalah terlibat jual beli narkotik golongan I jenis sabu.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 30 September 2021.

Baca juga: Sebulan, Sat Resnarkoba Polres Badung Amankan 12 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Diketahui, terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian Satnarkoba Polresta Denpasar bermula dari penangkapan dua orang suruhan terdakwa.

Mereka adalah I Made Buda Artana dan Mohamad Faris Setiawan (kedua terdakwa dalam berkas terpisah).

Dari kedua orang tersebut, kemudian petugas kepolisian menangkap terdakwa di lobi Polres Badung saat tugas piket.

Dari penangkapan terdakwa tersebut, petugas kepolisian mengamankan barang bukti berupa 37 paket sabu dengan berat keseluruhan netto 4, 58 gram, dan 3 butir tablet warna hijau psikotropika dengan berat keseluruhan 0,98 netto.

"Tuntutan sudah dilayangkan jaksa penuntut. Atas tuntutan itu, kami akan mengajukan pembelaan tertulis. Nota pembelaan kami bacakan pada sidang pekan depan," terang Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa.

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar mengatakan, kliennya tersebut dikenakan pasal berlapis. Yakni pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat  (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang  Narkotik, dan Pasal 62 Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Seperti diketahui, ditangkapnya terdakwa oleh petugas kepolisian Satnarkoba Polresta Denpasar bermula dari penangkapan dua terdakwa lainnya yaitu I Made Buda Artana dan Mohamad Faris Setiawan (keduanya berkas terpisah).

Terdakwa Made Ardana ditangkap di lobi Polres Badung saat tugas piket, Senin 7 Juni 2021 sekitar pukul 23.10 Wita.

Beberapa jam sebelum ditangkap, terdakwa menghubungi Buda Artana untuk datang ke tempat kosnya di Jalan Indraprasta, Mengwi Tani, Badung.

Buda Artana pun datang, dan terdakwa memerintahnya mengambil 31 paket sabu di Jalan Glogor Carik, Denpasar Selatan.

Baca juga: Tiga Pelaku Diamankan, Lonot Sempat Buang 15 Paket Sabu Ke Toilet Untuk Mengelabui Petugas 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved