Breaking News:

Berita Jembrana

Petani Kakao di Jembrana Hasilkan 50 Kilogram Biji Cokelat Per Bulan, Wirahadi: Cukuplah untuk Makan

Meskipun di tengah masa pandemi yang tidak berujung hingga saat ini, hasil panen kakao petani Jembrana mampu mencapai puluhan kilogram per bulannya

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Komang Wirahadi saat berada di kebunnya memetik buah kakao, Kamis 30 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Petani Kakao di Jembrana dapat tersenyum lebar.

Meskipun di tengah masa pandemi yang tidak berujung hingga saat ini, hasil panen kakao petani Jembrana mampu mencapai puluhan kilogram per bulannya.

Meskipun, tidak seperti sebelum masa pandemi terjadi. Hal itu diakibatkan permintaan yang cukup minim.

Petani kakao Jembrana, di Banjar Adnyasari, Desa Ekasari, Komang Wirahadi, mengatakan, bahwa dimulai pada tahun 2017 lalu.

Baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi, Ekspor Cokelat Jembrana ke Belanda Capai Ratusan Kilogram per Bulan

Kurang lebih dari lahan yang saat ini dikelolanya selama empat setengah tahun, sudah belasan ton dihasilkan.

Meskipun pandemi, memang ada saja permintaan, namun tidak sebesar di saat sebelum pandemi.

“Kalau sekarang sudah mulai agak ramai lagi.

Sebelum pandemi, kami bisa panen dua minggu sekali dapat basah 125 kilogram,” ucapnya, Kamis 30 September 2021.

Menurut dia, masa panen kakao sendiri ada pada bulan keempat hingga ketujuh selama setahun.

Dahulu sebelum pandemi, permintaan itu dapat mencapai 200 kilogram untuk kering atau fermentasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved