Breaking News:

Berita Buleleng

PTM Terbatas di Buleleng Dimulai 4 Oktober 2021, Bila Terjadi Klaster, Sekolah Bakal Ditutup 3 Hari

Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, juga sebagai Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra ditemui seusai menggelar rapat koordinasi PTM  Kamis

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Satgas saat menggelar rapat koordinasi terkait rencana membuka PTM secara terbatas, Kamis (30/9/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng memutuskan untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah mulai Senin (4/10/2021). PTM dilaksanakan secara terbatas.

Bila ditemukan ada kasus terkonfirmasi, maka sekolah yang menjadi klaster akan ditutup selama tiga hari.

Sementara siswa atau guru yang terkonfirmasi akan diisolasi di tempat terpusat.

Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, juga sebagai Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra ditemui seusai menggelar rapat koordinasi PTM  Kamis (30/9/2021) mengatakan, PTM akan dibuka secara terbatas.

Baca juga: Terbukti Tilep Uang LPD Gerokgak, Buleleng, Divonis Bervariasi, Suparsana Dihukum Paling Tinggi

Dimana untuk PAUD dan SD, PTM setiap harinya hanya boleh dilakukan 33 persen dari total jumlah murid per kelas.

Sementara SMP dan SMA, SMK dan MAdrasah boleh dilakukan 50 persen dari total jumlah murid per kelas.

"Masing-masing sekolah, Gurunya dan Tenaga Kependidikannya (GTK) maksimal sudah 75 persen divaksin.

Kalau kurang dari 75 persen, maka PTM di sekolah itu akan ditunda, guru tetap mengajar secara daring.

Kantin juga tidak boleh buka, dan anak-anak tidak mendapatkan pelajaran olahraga," terangnya.

Koordinator di masing-masing kecamatan nantinya akan terus memantau PTM terbatas ini, untuk memastikan protokol kesehatan di masing-masing sekolah benar-benar diterapkan secara disiplin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved