Berita Bali

Pariwisata Internasional Dibuka, Biaya Hotel, Tes PCR hingga Rumah Sakit Ditanggung Wisatawan

Kebijakan para wisatawan mancanegara yang harus menginap selama 8 hari akan diberlakukan ketika penerbangan internasional nantinya dibuka

Dok. PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali
Ilustrasi - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan dibuka 14 Oktober 2021 

Seperti kemarin kasus harian Covid-19 berjumlah 52 kasus.

Baca juga: Sambut Rencana Pariwisata Bali Dibuka untuk Wisatawan Asing, PHRI Bangli: Bagaikan Angin Surga

Kemudian pasien sembuh mencapai 125 orang. Dan secara kumulatif tingkat kesembuhannya sudah mencapai 95 persen.

"Kemudian yang meninggal, ini yang membahagiakan kita semua yang meninggal kasus tinggi itu sempat mencapai 50 orang per hari, atas upaya dan kerja keras semuanya di Bali saya lihat termasuk dukungan dari pemerintah pusat, motivasi dari pemerintah pusat, sinergi dengan Pangdam, Kapolda dan berbagai pihak di Bali, sekarang yang meninggal sudah 1 digit. Kemarin yang meninggal sudah 3 orang, jadi sudah kecil dan kita berharap akan terus lebih baik situasi ini," paparnya. 

Sementara untuk positif rate kasus Covid-19 sudah pada angka 1, dan BOR (Bed Occupancy Rate) juga sudah mengalami penurunan yakni di bawah 20.

Kemudian isolasi terpusat juga sudah menurun drastis jumlahnya karena semua pasien sudah sembuh. 

Baca juga: Dewan Bangli Harapkan Pemerintah Fokus Benahi Pariwisata Hingga Lakukan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

"Situasinya cukup stabil dalam beberapa minggu ini, kita amati terus sehingga sudah diputuskan pada hari yang baik tanggal kearifan lokal Bali, yaitu pada tanggal 14 Oktober akan dibuka penerbangan internasional wisatawan mancanegara untuk masuk ke Bali untuk beberapa negara yang resiko Covid-19 nya rendah dan penerbangan langsung dari Negara yang akan membuka dengan Provinsi Bali," sambungnya. 

Baca juga: Pariwisata Kembali Menggeliat dan Prokes Diperketat, Kadispar Bali: Yang Terpenting Trust Building

Jadi nantinya tidak ada transit di Jakarta, dan juga harus mengikuti syarat perjalanan yang lengkap meliputi harus sudah divaksin dua kali, kemudian sudah melakukan PCR minimal H-3 (sebelum hari H) dan juga mengisi aplikasi e-Hac, dan juga integrasi dengan aplikasi PeduliLindungi serta aplikasi milik Bali.

"Kemudian juga sampai di Bandara Ngurah Rai, itu akan di PCR, menunggu waktu satu jam dan fasilitas sudah disiapkan, dan setelah itu kalau negatif akan ditempatkan di hotel sementara, kita tidak menyebut karantina tapi hotel sementara untuk penginapan selama 8 hari. Setelah itu kita uji swab kembali, kalau negatif itu sudah boleh beraktifitas ke obyek wisata yang ada di Bali atau mau pindah Hotel," ujarnya. 

Menurutnya fasilitas hotel yang sudah memenuhi standar CHSE sama saja.

Dan juga memang hotel- hotel berkelas yang biasanya dipakai oleh wisatawan mancanegara.

Baca juga: Pariwisata Kembali Menggeliat dan Prokes Diperketat, Kadispar Bali: Yang Terpenting Trust Building

Jadi walaupun istilahnya sementara, namun sebenarnya di sana sudah disiapkan jika memungkinkan untuk tinggal secara permanen. 

"Nah kemudian juga protokol kesehatannya kita jaga secara ketat, termasuk juga transportasinya kita siapkan memenuhi CHSE serta petugas-petugas yang akan ditempatkan di semua titik yang berkaitan dengan tatakelola pelaksana wisatawan mancanegara ini sudah kami bahas saat rapat kemarin."

"Hari ini dibuat buku panduan, SOP sebagai informasi kepada wisatawan," lanjutnya. (*) 

Berita lainnya di Pembukaan Pariwisata Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved