Breaking News:

Berita Bali

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Akan Adakan Simulasi Alur Kedatangan & Keberangkatan

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dibuka kembali untuk penerbangan internasional, akan dilakukan simulasi alur kedatangan penumpang

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Akan Adakan Simulasi Alur Kedatangan & Keberangkatan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - SEBELUM 14 Oktober 2021 rencana untuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dibuka kembali untuk penerbangan internasional, akan dilakukan simulasi alur kedatangan penumpang dan keberangkatan penumpang di terminal internasional.

Simulasi akan dilaksanakan pada minggu ini, namun tepatnya tanggal berapa dan apakah simulasi tersebut menghadirkan crowd atau tidak, belum didapatkan informasi lengkapnya.

"Iya memang benar akan ada simulasi penumpang atau passengger journey lagi, tetapi pastinya kapan dan seperti apa simulasi yang dilakukan kami belum mendapat detailnya karena banyak pihak yang terlibat pada kegiatan itu," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, Rabu 6 Oktober 2021.

Ia menambahkan, banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan simulasi.

Baca juga: Warga Jepang Tak Sabar ke Bali, 300 Ribu Wisman Antre Datang Jika Rute Internasional Dibuka

Jadi pihaknya tidak bisa memberikan keterangan resmi mengenai kegiatan tersebut.

Sebelumnya, kegiatan simulasi sudah pernah dilakukan, bahkan lebih dari satu kali.

Tujuannya, guna mendapatkan perbaikan-perbaikan apa yang perlu dilakukan sebelum resmi penerbangan internasional dibuka kembali.

"Intinya simulasi itu untuk melihat proses alur keberangkatan maupun kedatangannya. Kedua, supaya kita mengetahui gap-gap (celah) mana yang harus diperbaiki. Itu alasannya perlu ada simulasi," imbuh Taufan.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, pekerja pariwisata yang akan diperkerjakan ketika penerbangan internasional dibuka yakni sekitar 30 persen.

"Kalau tingkat hunian kita nanti bisa mencapai 30 persen. Ya kita pekerjaan karyawannya minimal separuhnya. Kalau misalkan memiliki karyawan 300, kan 150 bisa dipekerjakan," ungkapnya, Rabu.

Sementara untuk menghitung jumlah pekerja di 35 hotel yang akan disiapkan untuk karantina, Rai mengatakan, satu hotel dapat mempekerjakan 100 orang saja. Jika terdapat 35 hotel, jumlah pekerjanya bisa mencapai 3.500 orang tergantung pada tingkat hunian.

"Kita bertahap, karena pada dasarnya kita prinsip kehati-hatian, mengingat masih ada varian baru. Kedua, pembukaan negara kita kan baru lima. Kalau lima negara dibuka, seperti South Korea, Japan, UEA, China, dan New Zealand. Kalau satu pesawat isinya misalnya 250 orang, dengan lima negara kan baru 1.250. Jadi bertahap," tambahnya.

Setelah pembukaan penerbangan internasional dengan lima negara tersebut berhasil tanpa ada lonjakan kasus, baru nanti akan membuka ke beberapa negara lain. (zae/sar)

Baca juga: Sebelum Penerbangan Internasional Dibuka 14 Oktober 2021, Akan Ada Simulasi di Bandara Ngurah Rai

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved