Breaking News:

Berita Denpasar

Owner Babi Guling Pan Ana Berpulang, Begini Sosoknya di Mata Gendo Suardana

Owner Babi Guling Pan Ana, Wayan Perdana berpulang pada Jumat 9 Oktober 2021 malam, begini sosoknya di mata Gendo Suardana

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
I Wayan Gendo Suardana, Sahabat Pan Ana. Owner Babi Guling Pan Ana, Wayan Perdana berpulang pada Jumat 9 Oktober 2021 malam, begini sosoknya di mata Gendo Suardana. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Owner Babi Guling Pan Ana, Wayan Perdana berpulang pada Jumat 9 Oktober 2021 malam.

Ia meninggal di RSUP Sanglah dan saat ini jenazahnya dititip di kamar jenazah RSUP Sanglah.

Kepergian Pan Ana ini menyisakan kenangan dan duka mendalam bagi sahabatnya.

Salah satunya yakni bagi pengacara I Wayan Gendo Suardana.

Baca juga: Babi Guling Pan Ana Timbulkan Kerumunan Massa, Kadiskes Bali: Semoga Tidak Jadi Cluster Baru

Dihubungi Sabtu 9 Oktober 2021 siang, Gendo mengatakan belakangan Pan Ana memang mengatakan dalam kondisi sakit.

Akan tetapi ia tak terlalu memperdalam sakit yang diderita Pan Ana.

Gendo selalu memberikan semangat dan dukungan agar Pan Ana bisa sehat kembali.

Menurut Gendo, Pan Ana sudah menjalani opname sejak seminggu yang lalu.

Ketika awal-awal dirawat di RS, Pan Ana sempat menghubungi Gendo lewat video call.

Pan Ana mengabarkan bahwa dirinya sedang menjalani perawatan.

Selain itu, Pan Ana belakangan juga semakin sering menghubungi Gendo melalui video call.

Bahkan beberapa kali juga Gendo diminta untuk menjenguknya ke RS.

Akan tetapi, karena pertimbangan saat ini masih pandemi dan imun Pan Ana sedang turun.

Gendo memilih tak datang langsung dan hanya berkomunikasi intens dengan video call.

Baca juga: Kuliner Babi Guling Makin Laris Ditengah Pandemi Corona, Warung Pan Ana Raih Omzet 30 Juta per Hari

Terakhir, H-1 sebelum meninggal, Pan Ana juga menghubungi Gendo sekitar pukul 17.00 Wita.

“Kebetulan waktu itu saya di jalan mau ada acara melayat, tiba-tiba Pan Ana Vidcall saya.

Mara agak luungan puk, tapi sakit ja awake (Baru agak enakan rasanya, tapi badan saya masih sakit).

Harus semangat Pan nah, saya kasi semangat.

Dan yang saya inget, Pak Yan men ada waktu dengokin mai nah (Pak Yan kalau ada waktu jenguk ke sini ya).

Nah Pan amen ada waktu, men sing ajak Vidcall gen, semangat.

Kuat-kuat Pan harus sehat (Ya Pan kalau ada waktu, kalau tidak Vidcall saja, semangat. Kuat-kuat Pan, harus sehat),” cerita Gendo.

Saat menerima video call terakhir tersebut memang tak ada firasat buruk.

Hingga akhirnya, Sabtu 9 Oktober 2021 pagi sekitar pukul 01.30 Wita, salah seorang temannya mengabari jika Pan Ana sudah meninggal.

“Tadi malam ditelepon sama teman, Dedek jam setengah dua.

Baca juga: Mencicipi Nasi Babi Guling Pande Oka di Gianyar Bali, Bumbu Meresap dan Kulitnya Kriuk

Saya pikir karena masih bertepatan dengan ulang tahun saya mungkin ngasi ucapan atau apa.

Ternyata ngasi kabar kalau Pan Ana meninggal,” katanya.

Gendo pun segera menuju ke RSUP sanglah setelah mendapat kabar tersebut.

“Padahal dari kemarin-kemarinnya saya disuruh datang ke sana.

Ternyata saya baru menengok ke sana setelah tidak bisa diajak ngobrol lagi,” kata Gendo.

Bagi Gendo, Pan Ana adalah sosok yang ramah dan baik.

Ia sudah saling mengenal sejak lama dan semakin akrab saat Pan Ana mulai membangun usaha babi gulingnya.

“Orangnya ramah, rendah hati, care, jadi nyaman, terus baik.

Cepat sekali akrab, humble, dan banyak punya teman.

Sehingga banyak yang men-support dan akhirnya kita saling support,” katanya.

Baca juga: Warung Babi Guling Pande Egi Terapkan Protokol Kesehatan

Bahkan saat Gendo Law Office menggelar kegiatan berbagi, Pan Ana ikut menyumbang meskipun tak diminta.

“Beliau nelepon saya. "Pak Yan saya nyumbang ini ya". Tidak diminta itu,” kenangnya.

Dengan kepergian Pan Ana ini, Gendo berharap Pan Ana bisa menginspirasi generasi muda dalam dunia bisnis utamanya kuliner.

Bahkan bagi generasi muda harus banyak belajar dari Pan Ana terkait kegigihannya membangun usaha.

“Saya juga berharap sekali dan meminta kepada siapapun.

Jika beliau memiliki kesahalan mohon dimaafkan dan didoakan semoga lapang jalannya,” katanya.

Menurut informasi, jenazah akan dipulangkan menuju rumah duka pada 11 Oktober 2021. 

Selanjutnya pada tanggal 13 Oktober 2021 akan digelar prosesi ngeringkes.

Dan pengabenan akan dilaksanakan tanggal 14 Oktober 2021.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved