Breaking News:

Berita Bangli

Kadek Ardiasih yang Rekayasa Kasus Seolah Jadi Korban Perampokan di Bangli Adalah Ibu Rumah Tangga

Mereka tak menduga jika menantu yang sudah sangat dipercayai, tega mengambil uang miliknya serta merekayasa seolah-olah dirampok.

Dok. Istimewa
Kadek Ardiasih Berbohong, Sengaja Rekayasa Kasus Agar Terkesan Jadi Korban Perampokan di Bangli - Kadek Ardiasih (dipangku) terduga pelaku pencurian pasca kejadian perampokan yang terjadi di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis 7 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Terungkapnya Kadek Ardiasih sebagai pelaku kasus pencurian di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli tentu tak disangka oleh pihak keluarga, terutama dari sisi kedua mertuanya.

Mereka tak menduga jika menantu yang sudah sangat dipercayai, tega mengambil uang miliknya serta merekayasa seolah-olah dirampok. 

Ni Ketut Rusni yang merupakan mertua wanita dari Kadek Ardiasih mengungkapkan, sehari-harinya menantunya tersebut merupakan ibu rumah tangga dan hanya mengurus anak dirumah.

Sementara kondisi rumah memang setiap hari sepi dikarenakan seluruh anggota keluarga sibuk bekerja. Baik Rusni yang sibuk di kebun, hingga suaminya I Nyoman Nila serta sang anak (suami Ardiasih) yang sama-sama bekerja sebagai buruh bangunan.

Baca juga: DUH! Kadek Ardiasih Berbohong, Sengaja Rekayasa Kasus Agar Terkesan Jadi Korban Perampokan di Bangli

Karenanya Rusni tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal mula kejadian tersebut.

Sebab saat kejadian sekitar pukul 11.00 wita, dirinya masih berada di kebun, dan baru sampai rumah sekitar pukul 11.30 wita.

Saat itu ia mendapati kediamannya sudah banyak polisi, kepala lingkungan, bahkan prajuru adat setempat.

“Dari cerita ipar saya, katanya ia ditelfon Kadek yang meminta tolong dari dalam kamar. Ia menelfon menggunakan kaki, karena tangannya terikat, begitu katanya,” ucap Rusni.

Wanita 57 tahun tersebut mengaku percaya saat diberitahu jika rumahnya kerampokan, serta melibatkan menantunya sebagai korban.

Namun demikian, ia tidak mengetahui berapa jumlah uang tunai yang dirampok. Sebab Rusni mengatakan tidak pernah menghitung uang tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved