Breaking News:

Satpol PP Bali Panggil Empat Pedagang Daging Anjing di Buleleng

Ke-4 pedagang yang dipanggil adalah pedagang yang hingga saat ini masih mengedarkan dan memperdagangkan daging anjing.

Editor: Kander Turnip
istimewa
Tim memberikan apresiasi dan sedikit bantuan peningkatan modal usaha bagi pedagang yang telah mengganti usaha dan berkomitmen untuk tidak lagi memperdagangkan daging anjing, di Buleleng, Bali, Sabtu 2 Oktober 2021 lalu. 

Satpol PP Bali Panggil Empat Pedagang Daging Anjing di Buleleng

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Satpol PP Provinsi Bali memanggil 4 orang pedagang daging anjing dari Kabupaten Buleleng untuk datang ke kantor Satpol PP Provinsi Bali, Senin 11 Oktober 2021.

Pemanggilan ini adalah tindak lanjut dari kunjungan pembinaan yang telah dilakukan oleh Satpol PP Provinsi Bali, bersama Binmas Polda Bali dan Dinas Pertanian Provinsi Bali sejak 2018 yang lalu.

Ke-4 pedagang yang dipanggil adalah pedagang yang hingga saat ini masih mengedarkan dan memperdagangkan daging anjing, meskipun telah beberapa kali dibina oleh tim.

Sebelumnya, Satpol PP Provinsi Bali bersama tim Bali Animal Defender dan Animals Australia dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan aparat desa terkait, telah mendatangi para pedagang daging anjing di Kabupaten Buleleng.

Selain untuk memonitoring pedagang yang masih aktif berjualan, dalam kunjungan ini, tim juga mengedukasi dan mengajak konsumen untuk tidak lagi mengkonsumsi daging anjing dan untuk memberikan apresiasi kepada pedagang yang telah bersedia mengganti usaha dan tidak lagi mengedarkan dan memperdagangkan daging anjing.

Baca juga: Anjing Lou Pecahkan Rekor Guinness, Kupingnya Sepanjang Ini

Perdagangan daging anjing menjadi problematika khusus yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.

Selain adanya isu kesejahteraan hewan, aktivitas perdagangan daging anjing juga menyentuh permasalahan keamanan pangan dan risiko penularan penyakit zoonosis.

Pada Juli 2017, Made Mangku Pastika – Gubernur Bali saat itu – mengeluarkan surat edaran nomor 524.3/9811/KKPP/Disnakkeswan perihal Isu Perdagangan Daging Anjing di Bali yang beberapa poinnya adalah untuk melakukan pendataan, sosialisasi dan edukasi, pengawasan serta penertiban terhadap penjualan daging anjing karena daging anjing bukan merupakan bahan pangan asal hewan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi, tidak dijamin kesehatannya dan dapat berpotensi terhadap penularan penyakit zoonosis, terutama rabies dan bahaya fatal lainnya.

Surat edaran ini telah ditanggapi oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Bali yang saat itu turun ke lapangan dengan disampingi oleh anggota Satpol PP Kabupaten/Kota di Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved