Breaking News:

Berita Bali

Bali Target Market Peredaran Narkoba, BNNP Terima Ganja Tak Bertuan dari Perusahaan Jasa Titipan

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mendapatkan ganja tak bertuan.Ganja ini diserahkan ke BNNP oleh sejumlah perusahaan jasa titipan

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala BNNP Bali, Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra (kiri) dan Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Putu Agus Arjaya (kanan) menunjukkan barang bukti narkoba sitaan - Bali Target Market Peredaran Narkoba, BNNP Terima Ganja Tak Bertuan dari Perusahaan Jasa Titipan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mendapatkan ganja tak bertuan.

Ganja ini diserahkan ke BNNP oleh sejumlah perusahaan jasa titipan. Bingkisan diketahui berisi ganja karena tidak diambil.

"Kami ada ganja yang dari sejumlah perusahaan jasa titipan, barang itu dicurigai setelah beberapa hari tidak diambil ternyata benar ganja," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Putu Agus Arjaya, Kamis 14 Oktober 2021.

Terkait pengirim atau penerima diduga merupakan jaringan Gawok alias Carlo, bandar yang kini menjadi tersangka kasus 44 kilogram ganja yang berhasil diungkap BNNP Bali beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kepala BNPB Sapa dan Semangati Keluarga Pasien Covid-19 di Isoter Wisma Bima Bali

"Tidak ditemukan pelakunya, karena gembongnya sudah tertangkap, itu indikasi masih jaringan Gawok, tidak diambil karena jaringannya waktu itu tertangkap," ujar Arjaya.

Setelah diserahkan masyarakat, beberapa kilogram ganja temuan itu dalam waktu dekat segera dimusnahkan oleh BNNP Bali.

"Dalam waktu dekat akan kami musnahkan," katanya.

Dari berbagai kasus narkoba tahanan BNNP Bali, permasalahan dilatarbelakangi sosial dan ekonomi.

"Peran serta masyarakat diharapkan, pengedar akan ditindak secara hukum, pecandu penyalahguna silakan datang melapor sendiri akan diarahkan ke proses rehab," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Bali, Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra menuturkan, ganja dan sabu masuk dari Sumatera ke Bali melalui penerbangan domestik, jalur laut maupun paket kiriman.

Sugianyar menyampaikan, ditilik dari tingkat prevalensi yang tinggi, Bali tergolong menjadi wilayah end user target market narkoba atas angka permintaan narkoba.

Di samping itu, dari data menyebutkan Lapas Kerobokan telah overcapacity hingga 500 persen yang didominasi napi narkoba.

"Menjadi catatan bahwa narkoba sesuatu yang nyata di Lapas Kerobokan kapasitas 333 warga binaan, isinya 1.600, over 500 persen dan 70 persen di antaranya napi narkoba," paparnya. (*).

Baca juga: BNPB Latih Relawan Bali Laporkan Distribusi Masker Melalui Aplikasi InaRISK Personal

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved