Berita Bangli

BPBD Bangli Catat Terdapat 172 Titik yang Terdampak Gempa, Kerugian Materiil Rp 894 Juta

Dari jumlah keseluruhan itu, yang terbanyak dilaporkan dari wilayah Kintamani dengan 110 titik.

tribun bali/muhammad Fredey Mercury
Tim gabungan saat menata bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana gempa bumi. Senin (18/10/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli merilis rekapitulasi dampak bencana gempa bumi yang terjadi Sabtu (16/10/2021).

Sesuai hasil rekap terbaru, diketahui ada 172 titik yang dilaporkan terdampak bencana tersebut.

Dari jumlah keseluruhan itu, yang terbanyak dilaporkan dari wilayah Kintamani dengan 110 titik.

Kerugian materiil yang ditimbulkan pun mencapai Rp 894 juta. 

Baca juga: Lanal Denpasar Turunkan Sekoci Karet untuk Evakuasi Korban Gempa dan Longsor di Bangli

Hal tersebut dibenarkan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi Senin (18/10/2021).

Kata Agus, jumlah tersebut masih bersifat dinamis. Sehingga masih ada kemungkinan terjadi penambahan.

"Kita masih menunggu laporan dari masing-masing desa," ucapnya. 

Lanjut Agus, dari 110 titik bencana di Kintamani, titik dampak bencana terbanyak berada di wilayah Desa Terunyan.

Ada tiga dusun yang dilaporkan terdampak kerusakan. Diantaranya Cemara Landung, Bunut, dan Madia.

"Selain mengakibatkan kerusakan, bencana ini juga mengakibatkan korban jiwa. Karena gempa bumi juga berdampak pada tanah longsor di Banjar Cemara Landung. Sehingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan dua orang luka-luka," jelasnya.

Selain di Kintamani, titik longsor juga dilaporkan di kecamatan lainnya. Seperti Kecamatan Bangli, tercatat kerusakan terjadi di lima titik dengan kerugian material Rp 102 juta.

Kecamatan Tembuku tercatat kerusakan terjadi di 40 titik dengan estimasi kerugian mencapai Rp 356,2 juta.

Terakhir di Kecamatan Susut, kerusakan terjadi di 16 titik dengan estimasi kerugian mencapai Rp 265 juta.

"Dengan demikian total kerusakan yang ditimbulkan, baik kerusakan fasilitas milik pribadi maupun publik di seluruh Kabupaten Bangli, untuk sementara tercatat 172 titik dengan estimasi kerugian mencapai Rp 1.617.200.000," sebutnya.

Sedangkan disinggung soal ketersediaan logistik, Agus mengatakan jumlahnya mencukupi.

Baca juga: Terdampak Gempa, SMPN 5 Tembuku Bangli Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ia menyebut, saat ini masih tersedia 485 bungkus beras, paket sembako 180 paket, mie instan 61 dus, telor ayam 29 krat, minyak goreng 20 dus, pakaian bekas 1 ball, family kits 10 paket, kids ware 5 paket, food ware 10 paket terpal 60 buah dan paket lainnya 162 paket, termasuk pula uang tunai Rp 5 juta. 

"Mengenai kebutuhan paket logistik untuk 3 desa terdampak dengan total 553 KK sudah dapat didistribusikan sembako kepada 462 KK.

Karena kendala waktu dan cuaca yang harus melalui jalur danau sehingga sisanya akan dilanjutkan hari berikutnya," tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved