Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Peningkatan Jumlah Wisatawan ke Buleleng, Wisatawan Domestik Mendominasi

Sejak pariwisata dibuka kembali pada awal Oktober, jumlah kunjungan wisatawan di Buleleng mulai meningkat.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Harun Ar Rasyid
tribun bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Plt Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Ni Made Rousmini 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejak pariwisata dibuka kembali pada awal Oktober, jumlah kunjungan wisatawan di Buleleng mulai meningkat.

Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 6.735 wisatawan domestik yang berlibur di Bumi Panji Sakti.

Ribuan wisatawan itu didominasi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Ni Made Rousmini ditemui Kamis 21 Oktober 2021 mengatakan, pada bulan Oktober ini, jumlah wisatawan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bila dibandingkan dengan tiga bulan yang lalu.

Dimana pada Juli dan Agustus wisatawan domestik yang berkunjung ke Buleleng nihil alias tidak ada sama sekali.

Sementara memasuki September, jumlah wisatawan domestik yang datang mulai meningkat sebanyak 2.736 orang, sementara pada bulan Oktober ini sudah mencapai 6.735 orang.

Baca juga: VIRAL Artis Pop Bali Ngaku Diusir Saat Berhenti di Pintu Masuk Puspem Badung,Begini Tanggapan Pemkab

Rousmini menyebut, meski penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dibuka, nyatanya hingga saat ini belum ada wisatawan mancanegara baru yang berkunjung ke Buleleng.

Pihaknya bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Buleleng pun terus berupaya mempromosikan Buleleng lewat paket-paket wisata, agar wisatawan mancanegara bisa berkunjung dan berwisata di Buleleng.

Selain itu, pihaknya juga telah mensosialisasikan industri pariwisata yang ada di Buleleng untuk memiliki sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebab, dengan adanya sertifikat CHSE ini, dapat meyakinkan wisatawan bahwa hotel yang dikunjungi aman, karena sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Baca juga: Dispar Kota Denpasar Berikan Pelatihan Kepada 50 Pemandu Wisata, Harapkan Tingkatkan Kompetensi

Saat ini tercatat sudah ada 124 industri pariwisata yang telah mengajukan penerbitan sertifikat CHSE kepada Kemenparekraf. Bahkan, dalam pengajuan itu, tim auditor dari pusat sudah melakukan audit beberapa waktu lalu.

"Jadi sekarang tinggal menunggu hasil dari auditnya saja. Industri pariwisata di Buleleng ada sekitar 300.

Namun yang mengajukan penerbitan sertifikat CHSE baru 124. Sisanya yang lain mungkin memang belum siap beroperasi," terangnya.

Selain sertifikat CHSE, beberapa hotel, villa, restaurant maupun Daerah Tujuan Wisata (DTW) juga sudah dilengkapi dengan aplikasi PeduliLindungi.

"Jadi para pelaku pariwisata di Buleleng sejatinya sudah sangat siap untuk menerima tamu-tamu. Namun memang untuk kunjungan wisatawan mancanegara masih sepi. Ada sih beberapa, namun itu WNA yang memang sudah tinggal di Bali," jelasnya.

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Tiying Tali Karangasem, Diduga karena Angin Kencang

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved