Breaking News:

Berita Bali

Harga Tes PCR di Bali Capai Rp 1,9 Juta, Kadiskes: Itu Nggak Boleh, Saya Akan Tutup

Di Bali, karena permintaan tes PCR yang membludak oleh masyarakat, terutama wisatawan yang hendak balik dari Bali.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemberlakuan aturan baru calon penumpang pesawat terbang harus menjalani tes PCR benar-benar mendatangkan banyak masalah di lapangan.

Di Bali, karena permintaan tes PCR yang membeludak oleh masyarakat, terutama wisatawan yang hendak balik dari Bali.

Bahkan, biaya tes PCR menjadi melambung tinggi hingga mencapai Rp 1,9 juta.

Terkait fenomena tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengaku kaget dengan kabar tersebut.

Baca juga: Naik Pesawat Wajib Tes PCR Berlaku Hari Ini, Layanan Tes PCR di Bali Overload, Wisatawan Kebingungan

Ia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh laboratorium tersebut ilegal.

Suarjaya juga berjanji jika mendapat informasi yang valid akan melakukan penertiban terkait itu.

“Dimana lokasinya, kasih tahu saya info, saya akan tertibkan itu, nggak boleh terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 24 Oktober 2021.

Apalagi, pemerintah menurutnya telah mengatur harga tes PCR dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“Kalau ada seperti itu kami akan tutup itu, kan ada SE-nya itu, kami juga sudah buat edaran, nggak boleh ada yang melewati, kalau ada saya kasih tahu, akan saya tutup lab-nya,” tegasnya.

Dalam surat tersebut tercantum bahwa pemerintah menetapkan biaya tes PCR di wilayah Jawa-Bali menjadi Rp 495.000.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved