Breaking News:

Berita Denpasar

Ditangkap Seusai Beli Sabu, Dituntut 5 Tahun Penjara, WN Rusia Minta Dibebaskan

Anastasiia Savitskaia (28) meminta kepada majelis hakim agar dirinya dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Shutterstock
Ilustrasi sabu - Anastasiia Savitskaia (28) meminta kepada majelis hakim agar dirinya dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anastasiia Savitskaia (28) meminta kepada majelis hakim agar dirinya dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Itu disampaikan terdakwa asal Rusia tersebut melalui penasihat hukumnya saat membacakan pembelaan (pledoi) tertulis di persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 26 Oktober 2021.

Pembelaan tertulis diajukan menanggapi tuntutan JPU yang menuntut Anastasiia tersebut dengan pidana penjara selama lima tahun. Selain pidana badan, terdakwa yang bekerja sebagai karyawan kosmetik di negaranya dituntut pidana denda Rp800 juta subsider empat bulan penjara. 

Baca juga: Ditangkap di Kosnya di Denpasar Seusai Menempel Sabu, Agung Balasiwa Dituntut 7 Tahun Penjara

Terhadap nota pembelaan itu, JPU I Wayan Sutarta akan menanggapi. Tanggapan JPU tersebut akan dibacakan pada sidang selanjutnya.

"Kami akan menanggapi pembelaan penasihat hukum terdakwa secara tertulis juga," ucapnya dari balik layar monitor. 

Diketahui, dalam surat tuntutan JPU, terdakwa Anastasiia dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum menguasai narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman berupa sabu dengan berat 0,88 gram brutto atau 0.62 gram netto.

Baca juga: Diupah Rp 50 Ribu Sekali Menempel Sabu, Adi Saputra Terancam 20 Tahun Penjara

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, Anastasiia mendapat tawaran sabu dari sesama orang Rusia bernama Ivan (DPO). Terdakwa ditawari sabu dengan harga miring karena sedang masa pandemi Covid-19, yakni Rp 600 ribu. 

Terdakwa pun menyetujui tawaran tersebut dengan dilanjutkan transaksi. Setelah bersepakat, terdakwa mengambil tempelan tidak jauh dari villa tempat menginap terdakwa di Jalan Raya Babagan, Canggu, Kuta Utara, Badung.

Selanjutnya terdakwa balik ke villa. Pada 22 Maret 2021 pukul 12.30, ketika terdakwa sedang berada di dalam kamarnya, mendengar ada yang mengetuk pintu kamar.

Baca juga: Ditangkap Saat Nempel Sabu di Denpasar, Yulian Dituntut 7 Tahun Penjara

Setelah dibuka ternyata anggota Polda Bali.

Seusai memperkenalkan diri, petugas melakukan penggeledahan kamar terdakwa dan menemukan satu klip sabu yang ditaruh di atas lemari es. 

Setelah ditimbang berat sabu tersebut 0,62 gram netto. Namun berdasarkan hasil tes laboratorium, darah dan rambut terdakwa negatif mengkonsumsi narkotik. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved