Berita Bali
Minta Pemerintah Subsidi Tes PCR, Forum Bali Bangkit Geruduk Gedung DPRD
Kebijakan wajib menggunakan tes PCR untuk masuk dan ke Bali terus mendapat tentangan masyarakat.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sugawa Korry menambahkan, pihaknya berkeyakinan pemerintah juga memiliki keinginan yang sama agar bisa segera ekonomi bergerak.
Termasuk dalam pelonggaran terkait pariwisata tersebut.
“Kami berharap, setelah G20, dan libur Natal dan Tahun Baru akan dilakukan kebijakan-kebijakan baru. Sejalan dengan perkembangan Covid-19 yang terjadi,” tandasnya.
Wisatawan yang ingin berlibur ke Bali khususnya Badung ternyata banyak yang membatalkan diri atau cancel untuk datang ke Bali.
Hal itu diduga merupakan buntut dari diberlakukannya PCR sebagai syarat perjalanan penumpang yang menggunakan pesawat udara.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengakui hal itu.
Dirinya mengatakan batalnya wisatawan ke Bali bisa dilihat dari data maskapai.
"Coba saja lihat, pasti ada cancel. Bahkan teman-teman di hotel juga mengakui hal itu," jelasnya, Selasa.
Dia mengakui, untuk kedatangan wisatawan semestinya tidak diperketat.
Pasalnya saat ini sedang tahap pemulihan buka semata-mata mencari untung.
"Semua memberikan diskon, dari hotel hingga maskapai. Kami ini tidak cari untung dulu. Kami ingin pemulihan, untuk memastikan Bali aman dikunjungi," tegasnya.
Kendati demikian saat ditanya, berapa wisatawan yang sudah batal ke Bali, pihaknya enggan memberikan komentar pasti, mengingat data itu, menurut Suryawijaya, ada di koordinator di Bali Bangkit.
"Yang jelas ada yang cancel. Saya tidak berani menyebutkan perkiraan. Nanti informasi yang saya berikan salah. Yang jelas ada cancel. Besok coba saya tanya," ucapnya.
Sejauh ini pihaknya mengaku wisatawan domestik yang datang ke Bali mulai menggeliat.
Bahkan yang paling dominan wisatawan domestik datang ke Bali yakni dari Jakarta dan Surabaya.