Berita Bali
Minta Pemerintah Subsidi Tes PCR, Forum Bali Bangkit Geruduk Gedung DPRD
Kebijakan wajib menggunakan tes PCR untuk masuk dan ke Bali terus mendapat tentangan masyarakat.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Semestinya rapid antigen masih masuk akal menurut saya. Jangan dipaksa untuk PCR, dengan kondisi seperti ini. Apa lagi yang datang kan sudah vaksin dua kali," tegasnya.
Selain itu screaning juga tetap dilakukan, jika suhu tubuh sampai 38 diwajibkan karantina.
Sehingga dipastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.
"Intinya kalau PCR wisatawan banyak keluar uang, dan lama menunggu (hasilnya), meski kini (harga) sudah diturunkan. Kalau rapid masih bisalah, apalagi wisatawan domestik. Dengan kondisi saat kalau bayar mahal mungkin mereka lebih milih berlibur ke gunung atau tempat lain," ucapnya.
Harga PCR akan turun dari sebelumnya. Kendati demikian semua itu masih menjadi kendala wisatawan datang ke Bali.
Selain harga yang masih tinggi dari pada rapid antigen, pelaksanaan PCR juga harus menunggu lama.
Apalagi daya beli masyarakat kini sudah menurun di tengah pandemi Covid-19.
Rai Suryawijaya mengatakan, meski harga PCR kini ditetapkan Rp 300 ribu, namun semua masih tetap menjadi kendala.
"Misalnya satu keluarga ingin liburan ke Bali dengan PCR Rp 300 ribu. Anggap saja jumlahnya 4 orang yakni ibu, bapak dan dua anaknya. Untuk berlibur ia harus mengeluarkan uang Rp 2,4 juta untuk PCR pulang pergi," katanya.
Belum lagi, kata Rai Suryawijaya, membeli tiket dan menginap di hotel.
Hal itu pun akan membuat masyarakat semakin berpikir untuk datang ke Bali menggunakan pesawat udara.
"Kalau belum apa-apa sudah banyak keluar uang, kan mending mereka ke puncak atau ke tempat-tempat yang dekat. Jadi daya beli masyarakat saat ini menurun, kan tidak mau dia keluar uang banyak," jelasnya.
Baca juga: BERSIAP! Tak Hanya Naik Pesawat, Syarat Tes PCR Bakal Diterapkan untuk Semua Moda Transportasi
Kendati demikian pihaknya mengakui harga tertinggi untuk tes PCR ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali, kini harganya turun menjadi Rp 300 ribu atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau turun kita lihat perkembangannya ke depan dulu. Apakah akan ada perubahan atau bagaimana. Saya pribadi belum berani juga memastikan," jelasnya.
Kendati demikian pihaknya mengaku, untuk wisatawan domestik kendalanya adalah PCR, termasuk juga wisatawan mancanegara kendalanya adalah karantina yang terlalu lama.
"Jadi, kalau sudah hasil negatif mestinya karantina sehari cukup. Kalau libur 7 hari libur, mereka kan dapat menikmati destinasi. Namun jika karantina 5 hari, wisatawan hanya menikmati libur 2 hari saja," ucapnya. (gil/gus)
Kumpulan Artikel Bali