Breaking News

Tips Kesehatan

Benarkah Pewarna Rambu Meningkatkan Risiko Kanker Payudara, Berikut Penjelasannya

Seperti yang kita ketahui, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para wanita di seluruh dunia.

Editor: Priscilla Nivili
pixabay.com/waldryano
Ilustrasi kanker payudara 

TRIBUN-BALI.COM -  Seperti yang kita ketahui, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para wanita di seluruh dunia.

Menurut data World Health Organization, jumlah kanker payudara di Indonesia cukup tinggi, dengan 58.256 kasus baru pada tahun 2018.

Jumlah ini menjadikan kanker payudara sebagai kasus kanker nomor satu di Indonesia.

Dari angka tersebut, 22.692 di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Melihat jumlah yang sangat besar ini membuat kita menyadari betapa "mengerikan" kanker payudara.

Kabar buruknya, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit ini bisa disebabkan oleh hal yang sederhana.

Masalahnya sederhana, itu adalah bahan kimia dalam pewarna rambut dan pelurus rambut. Padahal, dua hal ini sangat dekat dengan kehidupan wanita yang selalu ingin tampil cantik.

Baca juga: SADARI Bahaya Kanker Payudara dan Lakukan 5 Langkah Sederhana Ini Untuk Mencegahnya

Sayangnya, studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer itu menunjukkan bukti bahwa penggunaan dua produk kecantikan tersebut meningkatkan risiko kanker payudara.

Hasil riset ini didapatkan setelah para peneliti menganalisis data dari hampir 47.000 perempuan di AS. Para perempuan yang direkrut dinyatakan bebas kanker payudara tapi memiliki saudara perempuan yang didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait kesehatan, gaya hidup (terutama penggunaan produk rambut), hingga demografi di awal penelitian.

Selanjutnya, peneliti mengikuti kehidupan mereka selama 8 tahun. Lebih dari setengah responden melaporkan penggunaan pewarna rambut sebelum bergabung dengan penelitian ini. Sementara 10 persen di antaranya menggunakan pelurus rambut berbahan kimia.

Hasilnya, 2.800 perempuan yang menggunakan pewarna dan pelurus rambut dikatahui mengembangkan kanker payudara. Peneliti menemukan perempuan yang menggunakan pewarna rambut secara teratur 9 persen lebih mungkin mengembangkan risiko kanker payudara.

Risiko ini lebih tinggi lagi pada perempuan berkulit hitam.

"Kita terpapar pada banyak hal yang berpotensi berkontribusi pada kanker payudara, dan kecil kemungkinan faktor tunggal menjelaskan risikonya pada perempuan," ungkap Dale Sandler, salah satu co-author penelitian ini dikutip dari WebMD.

"Walaupun masih terlalu dini untuk membuat rekomendasi tegas, menghindari bahan kimia ini mungkin bisa menjadi satu hal yang dilakukan perempuan untuk mengurangi risiko kanker payudara," imbuhnya.

Baca juga: Ingin Terhindar dari Kanker Payudara? Konsumsi Makanan Ini! Wanita Wajib Baca

Menjelaskan temuan ini, salah satu peneliti, Alexandra White menyebut bahwa pewarna rambut mengandung lebih dari 5.000 senyawa berbeda.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved