Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Lakukan 4 Hal ini untuk Mengatasi Depresi secara Alami dengan Olahraga

Pengajar di bidang Olahraga, Edukasi Fisik, dan Kesehatan ini menjelaskan, saat melakukan aktivitas fisik, otak kita melepaskan hormon endorfin.

Editor: Priscilla Nivili
freepik
Ilustrasi - 

TRIBUN-BALI.COM -  Depresi bisa terjadi pada siapa saja.

Gangguan jiwa ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak negatif bagi kesehatan.

Namun efek buruk dari depresi bisa diminimalisir.

Salah satu solusi alami untuk depresi adalah latihan fisik dan olahraga secara teratur.

"Kita semua tahu olahraga dan latihan fisik dapat mendorong kimia saraf dan psikologis kita untuk merasa lebih baik," terang Profesor Nanette Mutrie dari University of Edinburgh, seperti dilansir The Guardian.

Pengajar di bidang Olahraga, Edukasi Fisik, dan Kesehatan ini menjelaskan, saat melakukan aktivitas fisik, otak kita melepaskan hormon endorfin.

Hormon tersebut kandungannya mirip dengan obat antidepresan.

Selain itu, olahraga dan aktivitas fisik dapat membuat kita merasa lebih baik.

Karena dapat meningkatkan rasa percaya diri, belajar hal baru, dan bertemu orang baru.

Baca juga: Benarkah Pewarna Rambu Meningkatkan Risiko Kanker Payudara, Berikut Penjelasannya

Kendati demikian, tidak semua jenis olahraga pas bagi pengidap gangguan kesehatan mental ini.

Pengidap depresi perlu mempertimbangkan aspek fisik dan mental dalam memilih olahraga. Pelatih olahraga berbasis di London, Sarah Overall, merekomendasikan beberapa olahraga yang pas bagi pengidap depresi.

Berikut beberapa di antaranya: Jalan kaki ringan Alih-alih berlari, pengidap depresi sebaiknya memilih olahraga jalan kaki ringan.

Tingkatkan capaian target setahap demi setahap setiap bulan. Misalkan, awali dengan 10 menit atau 7.000 langkah setiap sesi.

Lama-kelamaan kita dapat memenuhi tenggat ideal 10.000 langkah setiap hari, sesuai rekomendasi organisasi kesehatan global.

Latihan angkat beban Beberapa pakar yang menangani pasien depresi dan gangguan kecemasan tidak pernah merekomendasikan latihan kardio.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved