Berita Bali

Data WALHI Bali, 480,54 Ha Lahan Pertanian Produktif Terkena Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi

Dari hasil digitasi dan turun ke lapangan, kami temukan di jembrana ada 253,52 Hektar, Di Tabanan ada 212,89 Ha dan Badung ada 14,13 Ha.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
WALHI Bali
Diskusi publik terkait launching peta subak yang terkena rencana Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier Bali), WALHI Bali dan LST (Lingkar Studi Tumbuh) Singaraja, mengadakan diskusi publik terkait launching peta subak yang terkena rencana Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi.

Diskusi ini digelar di Sekretariat Bersama, Jl. Dewi Madri IV, No. 2, Denpasar, Bali pada Minggu, 31 Oktober 2021. 

Sebagai pemantik diskusi hadir Prof. Dr. I Wayan Windia yang merupakan Guru Besar Fakultas Pertanian UNUD dan Ketua Stispol Wira Bakti, Made Krisna ‘Bokis’ Dinata, S.Pd selaku Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Bali, Bimo Pratama Mahasiswa Geografi Undiksha Singaraja.

Dalam diskusi tersebut terkuak fakta bahwa lahan pertanian yang diterabas oleh Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi seluas 480,54 Ha, dengan total 97 subak.

“Dari hasil digitasi dan turun ke lapangan, kami temukan di jembrana ada 253,52 Hektar, Di Tabanan ada 212,89 Ha dan Badung ada 14,13 Ha. Jadi total sawah yang terkena proyek tol Gilimanuk-Mengwi adalah 480,54 Ha,” kata Bimo Pratama.

Baca juga: Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, Bupati Tamba Optimis dan Meyakini Akan Berdampak Pada PAD

Baca juga: Soal Tol Gilimanuk-Mengwi, Gubernur Koster Sebut Desember Ini Mulai Pembebasan Lahan

Ia juga menjelaskan bahwa dari hasil turun ke lapangan, sepanjang proyek tol Gilimanuk-Mengwi, subak yang diterabas di daerah Jembrana sebanyak 34 subak.

Subak di Tabanan sebanyak 54 subak dan Subak di Badung sebanyak 9 subak.

Lebih jauh, ia menjelaskan saat Bimo bersama tim melakukan survey di Kabupaten Badung, mereka menemukan fakta bahwa subak Yeh Sungi yang berada di Kabupaten Badung sangat produktif, dan di sebelah utara subak Yeh Sungi terdapat Pura Subak.

 “Saat kita melakukan identifikasi, pura subak ini juga diterobos oleh trase tol Gilimanuk-Mengwi,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Wayan Windia menegaskan, tahun 2014, total luas sawah di Bali 80 ribu Ha dan tiap tahunnya selalu menyusut rata-rata 2.288 Ha.

“Menurut disertasi Made Geria, diperkirakan pada tahun 2030, subak di Bali nyungsep atau hilang. Saat ini saja, Bali sudah minus beras 100 ribu per tahun. Hitungannya saat ini Bali sudah minus beras,” kata Prof. Windia.

Ia menjelaskan Peran subak di Bali sangat signifikan karena bukan hanya untuk mensupply bahan makanan tapi juga untuk meneguhkan Kebudayaan di Bali karena disana ada ritual-ritual.

Dampak dari Proyek tol Gilimanuk-Mengwi ini juga membuat sawah dan subak menjadi berkurang, hal tersebut sangat berdampak hilangnya sumber pangan Bali dan goyahnya kebudayaan bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved