Breaking News:

Berita Gianyar

Pasar Sukawati Blok C Inkrah Jadi Pasar Seni, Pedagang Tak Bisa Jualan Sembako

Para mantan pedagang Pasar Umum Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali berharap agar pasar yang kini berubah menjadi Pasar Sukawati Blok C

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi pasar relokasi pedagang yang sebelumnya menempati Pasar Umum Sukawati yang kini menjadi Pasar Sukawati Blok C, Selasa 2 November 2021 

TRIBUN-BALI COM, GIANYAR - Para mantan pedagang Pasar Umum Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali berharap agar pasar yang kini berubah menjadi Pasar Sukawati Blok C yang khusus menjual barang kesenian, agar tetap diperbolehkan berjualan sembako.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar mengkonfirmasi bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi, sebab rancangan bangunan telah diperuntukkan untuk penjualan barang kesenian, sesuai kesepakatan antara pemerintah daerah dengan pedagang saat pasar lama akan direnovasi.

Berdasarkan data dihimpun, Selasa 2 November 2021, dijadikannya Pasar Umum Sukawati menjadi Pasar Sukawati Blok C yang menjual barang kesenian telah diperhitungkan secara matang.

Baca juga: UPDATE Anak Hilang di Gianyar, Ibu Mengaku Anak Tiba-Tiba Muncul dari Dalam Rumah

Bahkan para pedagang pun diuntungkan dengan hal ini.

Sebab ketika pasar ini beroperasi, mereka mendapatkan jatah tempat berdagang kesenian, dan masih tetap mendapatkan jatah di pasar relokasi untuk menjual sembako atau non seni.

Kesepakatan yang tadinya dinilai menguntungkan, justru kini menjadi beban para pedagang.

Hal tersebut tak terlepas dari sepinya pengunjung di pasar relokasi yang bertempat di Banjar Gelumpang, Desa/Kecamatan Sukawati.

Baca juga: BPBD Gianyar & Polisi Turun ke TKP Cari Anak yang Dilaporkan Hilang, Ternyata Main di Rumah Tetangga

Sementara untuk berjualan barang kesenian, mereka terbentur modal akibat pandemi covid-19. 

Karena hal tersebut, para pedagang pun meminta agar kebijakan tersebut bisa dikaji kembali.

"Di sini tidak ada yang belanja, karena jauh dari pemukiman warga. Mereka lebih memilih ke tempat lain," ujar pedagang di pasar relokasi, Dadong Ketut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved