Berita Badung

Penerbangan Jawa-Bali Kini Gunakan Antigen, PHRI Badung: Ini Baru Masuk Akal 

Syarat wajib tes RT PCR bagi pelaku perjalanan udara dari dan ke wilayah Jawa-Bali kini sudah ditiadakan.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Syarat wajib tes RT PCR bagi pelaku perjalanan udara dari dan ke wilayah Jawa-Bali kini sudah ditiadakan.

Pengguna pesawat kini boleh melampirkan hasil tes Antigen saja sebagai syarat perjalanan di masa pandemi Covid-19. 

Menyikapi kondisi itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah pusat.

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Kunjungan Wisatawan ke Bali Menurun karena Syarat Naik Pesawat Wajib PCR

Bahkan kebijakan ini dipandang masuk akal untuk memulihkan kunjungan wisatawan di tengah pandemi -19.

"Peraturan yang akan diberlakukan mengalami suatu perubahan, itu bergantung pada situasi dan kondisi pengendalian pandemi covid-19."

"Menurutnya kasus covid-19  kini sudah melandai sehingga pemerintah kembali memberlakukan rapid antigen," kata Ketua PHRI Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Selasa 2 November 2021.

Menurutnya, semua ini akan menggairahkan industri pariwisata, sehingga disinyalir banyak yang akan berkunjung ke Bali.

Bahkan dirinya sendiri memastikan akan ada peningkatan jumlah kunjungan

Baca juga: 3 Pemalsu Surat PCR Ditangkap Polisi Saat Hendak Terbang dari Bandara Ngurah Rai Bali

"Antigen kan lebih murah dan cepat sehingga tidak menjadi masalah bagi masyarakat. Apalagi kondisi perekonomian seperti ini,"tegasnya.

Dirinya mengatakan meski pemerintah meniadakan cuti bersama, namun kunjungan wisatawan ke Badung pasti akan ada.

Kendati demikian semua itu bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

"Kalau dilonggarkan sedikit, pasti ada kunjungan, namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Karena pembukaan pariwisata ini bukan semata-mata untuk keuntungan namun pemulihan kita, mengembalikan nama Bali kita di dunia pariwisata mancanegara," tegasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dihapusnya cuti bersama juga sebagai upaya pemerintah untuk mengontrol laju atau pergerakan wisatawan.

Baca juga: Syarat Terbaru Perjalanan PPKM Jawa-Bali, Perjalanan Darat Wajib Tunjukan Hasil PCR atau Antigen

Pasalnya di akhir tahun biasanya wisatawan akan membludak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved