Tips Kesehatan
8 Cara Mencegah Penyakit Stroke, Salah Satunya Kendalikan Gula Dara
Tekanan darah tinggi adalah penyebab nomor satu stroke.Tekanan darah dianggap normal apabila lebih rendah dari 120/80 mm/Hg.
TRIBUN-BALI.COM - Stroke terjadi ketika aliran darah terputus ke otak. Sebagian besar disebabkan oleh gumpalan atau hal lain yang menghalangi aliran.
Melansir dari WebMD, kondisi ini disebut stroke iskemik. Selain itu, ada pula stroke yang disebabkan oleh pendarahan di otak.
Stroke tersebut disebut sebagai stroke hemoragik.
Usia dan riwayat stroke dalam keluarga adalah beberapa hal yang membuat Anda lebih mungkin terkena stroke.
Anda tidak dapat memutar kembali waktu atau mengubah kerabat Anda.
Baca juga: Berbahaya dan Mematikan! Kenali Jenis-jenis Penyakit Jantung dan Cara Mencegahnya
Baca juga: Hanna Kirana Sebelum Meninggal Miliki Riwayat Penyakit Lambung, Icha: Tidak Pernah Ngeluh Sakit
Meski demikian, para ahli mengatakan 80 persen stroke dapat dicegah.
Berikut ini beberapa cara mencegah stroke yang dapat dilakukan.
1. Turunkan Tekanan Darah Anda
Tekanan darah tinggi adalah penyebab nomor satu stroke.
Tekanan darah dianggap normal apabila lebih rendah dari 120/80 mm/Hg.
Jika tekanan darah Anda secara teratur di atas 130/80 mm/Hg, Anda mungkin memiliki tekanan darah tinggi, atau hipertensi. Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan darah tinggi dapat membuat Anda 4-6 kali lebih mungkin terkena stroke.
Hal ini karena dapat menebalkan dinding arteri dan membuat kolesterol atau lemak lainnya menumpuk dan membentuk plak. Plak tersebut dapat memblokir suplai darah ke otak Anda .
Baca juga: Stadium Pertama Penyakit Ginjal Bisa Tidak Bergejala, Berikut Tingkatan Penyakit Ginjal Menurut Ahli
Tekanan darah tinggi juga dapat melemahkan arteri dan membuatnya lebih mungkin pecah yang akan menyebabkan stroke hemoragik.
2. Jauhi Merokok
Anda melipatgandakan risiko stroke jika Anda madalah seorang perokok.
Nikotin dalam rokok meningkatkan tekanan darah dan karbon monoksida dalam asap menurunkan jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh darah.
Bahkan menghirup asap rokok dapat meningkatkan peluang Anda terkena stroke.
Tembakau juga dapat:
- Meningkatkan kadar lemak darah yang disebut trigliserida
- Menurunkan kadar kolesterol HDL "baik" Anda
- Membuat darah Anda lengket dan lebih cenderung menggumpal
- Membuat penumpukan plak lebih mungkin terjadi
- Menebal dan mempersempit pembuluh darah dan merusak lapisannya
Baca juga: Bahaya Penyakit Leptospirosis, Penyakit yang Rawan Menyerang Ketika Musim Hujan
Baca juga: Penderita Penyakit Ginjal Perlu Tahu 5 Makanan yang Disarankan, Cegah Kerusakan Lebih Lanjut
3. Merawat jantung
Denyut jantung tidak teratur, yang disebut atrial fibrillation (AFib), membuat genangan darah di jantung Anda.
Kondisi ini bisa menyebabkan darah membeku. Jika gumpalan itu berjalan ke otak Anda, kondisi ini bisa menyebabkan stroke.
Anda dapat memiliki AFib karena tekanan darah tinggi, plak di arteri Anda, gagal jantung, dan beberapa alasan lainnya.
Obat-obatan, prosedur medis, dan operasi dapat membuat jantung Anda kembali ke ritme normal.
4. Hindari minum alkohol
Baca juga: KABAR DUKA: Budayawan Wayan Geriya Wafat Akibat Komplikasi Penyakit Organ Dalam
Terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan trigliserida Anda.
Batasi diri dalam minum alkohol, setidaknya dua sloki sehari jika Anda seorang pria dan satu minuman jika Anda seorang wanita.
Minum terlalu banyak juga dapat menyebabkan AFib yang dapat memicu detak jantung tidak teratur.
5. Kendalikan gula darah
Gula darah yang tinggi bisa membuat Anda 2-4 kali lebih mungkin untuk mengalami stroke.
Jika tidak dikelola dengan baik, gula darah dapat menyebabkan timbunan lemak atau gumpalan di dalam pembuluh darah.
Kondisi ini dapat mempersempit yang ada di otak dan leher Anda dan mungkin memotong suplai darah ke otak.
Jika Anda menderita diabetes, periksa gula darah Anda secara teratur, minum obat sesuai resep, dan temui dokter Anda setiap beberapa bulan sehingga mereka dapat mengawasi kadar Anda.
6. Olahraga
Baca juga: Ini Tanda-tanda Anda Mengidap Penyakit Ginjal, Termasuk Kram Otot hingga Sulit Tidur
Kurang olahraga dapat menyebabkan obesitas, kolesterol tinggi, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa kondisi tersebut merupakan penyebab stroke.
Jadi bergeraklah. Anda tidak harus lari maraton.
Cukup berolahraga 30 menit, 5 hari seminggu.
7. Mengonsumsi makanan sehat
Makan sehat dapat menurunkan risiko stroke dan membantu Anda menurunkan berat badan jika perlu.
Makan buah dan sayuran segar (brokoli, kubis Brussel, dan sayuran hijau seperti bayam adalah yang terbaik) setiap hari.
Pilih protein tanpa lemak dan makanan berserat tinggi. Jauhi lemak trans dan lemak jenuh yang dapat menyumbat arteri.
Kurangi garam dan hindari makanan olahan.
Baca juga: Sering Dikaitkan, Apakah Kanker Merupakan Penyakit Keturunan?
8. Pantau kadar kolesterol
Kolesterol tinggi dapat menyumbat arteri Anda dan menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Berikut ini kadar kolesterol yang baik dalam darah: Kolesterol total: di bawah 200 mg/dL darah Kolesterol LDL (jahat): di bawah 100 mg/dL Kolesterol HDL (baik): di atas 60 mg/dL Jika diet dan olahraga tidak cukup untuk mengendalikan kolesterol Anda, dokter Anda mungkin merekomendasikan obat-obatan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul cara mudah terhindar dari penyakit stroke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stroke_20160311_160743.jpg)