Kasus Dugaan Suap DID Tabanan 2018
Sosok Ni Putu Eka Wiryastuti, Perempuan Pertama Jadi Bupati di Bali, Kini Berurusan dengan KPK
Berikut ini adalah profil mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang tersandung dugaan kasus suap Dana Insentif Daerah (DID) 2018
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Komang Agus Ruspawan
Dirinya terpilih untuk menggantikan Bupati Tabanan sebelumnya, Nyoman Adi Wiryatama --ayah kandungnya-- pada periode 2010 hingga 2015.
Kemudian dirinya kembali terpilih untuk mengemban tugas memimpin Kabupaten “lumbung berasn” Bali itu pada periode 2016 hingga 2021.
Penghargaan
Di tahun 2018 dirinya mendapatkan dua penghargaan sekaligus yakni, Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) International Women’s Day oleh DPR RI.
Pada tahun 2019, dirinya menerima penghargaan ACI karena kerja keras dan sumbangsihnya dalam membangun bangsa dan negara.
Jalani Pemeriksaan Pertama
Setelah setahun "lengser" dari jabatannya sebagai Bupati Tabanan dua periode, kini Eka Wiryastuti harus berususan dengan KPK.
Ia tersandung kasus dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan tahun 2018.
Eka Wiryasututi menjalani pemeriksaan pertama sebagai saksi pada Kamis, 11 November 2021. Eka meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 20.03 WIB.
Yang menarik, nama Eka Wiryastuti tidak ada dalam jadwal pemeriksaan yang dikirimkan pihak KPK kepada awak media.

Tim penyidik hanya mengagendakan pemeriksaan terhadap Kabag Perencanaan Strategis Bank BPD Bali I Dewa Ayu Rai Widyastuti.
Akan tetapi, Dewa Ayu Widyastuti yang merupakan sepupu Eka Widyastuti, serta istri dari saksi lainnya, Dewa Nyoman Wiratmaja, tidak datang memenuhi panggilan KPK pada Kamis 11 November 2021.
Baca juga: Eks Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Tak Berikan Komentar Usai Diperiksa KPK
"Saksi yang dipanggil hari ini (kemarin, red) tidak datang," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri, Kamis.
Diberitakan sebelumnya, Eka Wiryastuti dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap DID Tabanan tahun 2018 senilai Rp 51 miliar.
Dirinya ditetapkan tersangka bersama dosen (ASN) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana/ /Staf Khusus Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Tabanan/Staf Khusus Bupati Tabanan periode 2016-2021 I Dewa Nyoman Wiratmaja.