Breaking News:

Berita Denpasar

ODGJ Ngamuk di Terminal Ubung Denpasar Diamankan Satpol PP, Kini Dirujuk ke RSJ Bangli

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tidak diketahui identitasnya mengamuk di sekitar kawasan Terminal Ubung, Denpasar Utara, Denpasar

BPBD Kota Denpasar
Evakuasi pasien ODGJ dari Kantor Satpol PP Denpasar menuju Rumah Sakit Jiwa Bangli, pada Sabtu 13 November 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tidak diketahui identitasnya mengamuk di sekitar kawasan Terminal Ubung, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, pada Kamis 11 November 2021. 

Pria yang diperkirakan berusia paruh baya itu kemudian diamankan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar. 

Lantaran terus mengamuk dan memberontak sejumlah petugas sampai kuwalahan hingga terpaksa harus mengikat kedua tangan pria ODGJ tersebut. 

ODGJ tersebut diamankan lantaran dinilai membahayakan masyarakat di sekitar kawasan. 

Baca juga: Perda RTRW Kota Denpasar Tahun 2021-2041 Segera Disahkan, Ada Lima Tujuan

"Yang bersangkutan diamankan di Terminal Ubung atas laporan masyarakat ada seorang laki-laki depresi dan mengkhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisinya," ujar Kepala Satpol PP Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi Tribun Bali, Sabtu 13 November 2021.

"Pasien hanya berulah namun tidak sampai ada korban, yang bersangkutan kemudian diamankan ke Kantor Satpol PP," imbuhnya.

Saat di ruang binaan Satpol PP, pria tersebut sempat mengamuk kembali dengan berteriak-teriak.

Kemudian, pada Sabtu 13 November 2021 dilakukan pemeriksaan oleh tim medis termasuk rapid test untuk mengetahui kondisi kesehatan dari pria tanpa identitas yang sudah beruban itu.

Baca juga: Swab PCR Siswa Peserta PTM di Denpasar Dimulai, 1.470 Siswa Dites Secara Bertahap

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas medis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dengan ambulans merujuk pria tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Bangli.

Pasien pun sempat tidak kooperatif dan kembali mengamuk hingga petugas medis memberikan injeksi untuk menenangkan pasien ODGJ tersebut.

"Pasien tidak kooperatif, sempat mengamuk atau perilaku kekerasan namun tidak sampai ada korban dan sebelum dirujuk sudah tenang dengan pemberian injeksi diazepam secara IM. Pasien defisit perawatan diri," papar Petugas medis BPBD Denpasar, Koko saat dikonfirmasi terpisah. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved