Berita Badung
APBD Badung 2022 Bakal Diturunkan, Sekda Sebut Pendapatan Sudah Disoroti BPK Karena Tak Capai Target
Hal itu pun dikatakan sekda Adi Arnawa saat Rapat kerja (Raker) membahas Rancangan APBD Tahun 2022 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Badung pada
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Raker yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua II yang juga Koordinator Banggar I Made Sunarta dan I Putu Alit Yandinata itu pun langsung sedikit tegang.
Bahkan saat itu Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata tidak diberikan draft rancangan terbaru terkait penurunan pendapatan tersebut.
“Kalau kami tidak dapat draft rincinya, kami tidak paham. Kami harap apa yang disampaikan itu kami dapat (drafnya,red). Jadi sangat kami sayangkan ini,” katanya.
Kendati demikian pihaknya malah tidak sependapat apabila PAD diturunkan.
Pasalnya, sejak 14 Oktober lalu pariwisata sudah dibuka oleh pemerintah pusat.
Hal itu pun membuatnya optimis jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung bisa membaik.
“Jangan dong samakan kondisi sekarang dengan tahun yang akan datang. Apalagi di tahun 2022 akan akan sejumlah agenda besar, yang dipastikan akan mendongkrak pariwisata Badung. Seperti KTT G-20 dan Superbike di Sirkuit Mandalika Lombok. Itu pasti ada pengaruh dengan kunjungan pariwisata di Bali khususnya Badung,” ucapnya.
Pihaknya pun minta eksekutif dalam merancang target pendapatan memiliki parameter jelas. Dan tidak traumatik dengan kondisi Covid. Bahkan pihaknya meyakini, tahun 2022 RAPBD ini bisa diubah dan bisa ditingkatkan.
“Kalau turun 1,8 triliun kami di dewan minta ditambah 40 miliar saja,” tegasnya.
Baca juga: Binda Bali Gelar Vaksinasi Massal di Pecatu Badung, Sekda Adi Arnawa Apresiasi dan Beri Dukungan
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III I Nyoman Satria. Pihaknya sepakat APBD 2022 harus sehat.
Politisi asal Mengwi ini juga meyakini PAD akan bertambah seiring meningkatnya pendapatan dari BPHTB dan geliat pariwisata kedepan.
Sementara Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyimpulkan bahwa raker Banggar dan TAPD belum ada titik temu.
Pun demikian, pihaknya meyakini eksekutif masih bisa memaksimalkan pendapatan.
“Memang ada penurunan pendapatan transfer, tapi PAD dari yang lain-lain kan masih bisa dimaksimalkan. Ini nanti akan kami bahas lagi dengan Bupati,” tukas Parwata. (*)
Artikel lainnya di Berita Badung