Breaking News:

Berita Bangli

Pura-Pura Berteduh dan Belanja di Warung Kopi, Budiana Gasak Uang Tunai Belasan Juta 

Pura-pura berteduh dan belanja, Komang Budiana alias Buntilan gasak uang tunai belasan juta dari sebuah warung kopi.

Muhammad Fredey Mercury
Kapolsek Susut, AKP Dewa Yoga (tengah) didampingi Wakapolsek Susut (kanan) saat pengungkapan kasus pencurian, Senin, 15 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pura-pura berteduh dan belanja, Komang Budiana alias Buntilan gasak uang tunai belasan juta dari sebuah warung kopi.

Uang curian itu selanjutnya digunakan untuk judi dan membeli kebutuhan pokok.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Susut, AKP I Dewa Satria Yoga dalam pengungkapan kasus pencurian, Senin, 15 November 2021. 

Baca juga: 70 Persen Area Bangli Belum Tercover Jaringan 4G

Baca juga: Baru 30 Persen Area Kabupaten Bangli Tercover Jaringan 4G, Ini Rencana Pemkab

Baca juga: Bansos BSU Rp1 Juta untuk November 2021 Telah Bisa Dicairkan, Ini Cara Cek BSU

Ia menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada hari Kamis, 4 November 2021. 

Berawal saat Budiana yang saat itu hendak menengok anak kandungnya di rumah mantan istri pertama di Banjar Selat Kaja Kauh, Desa Selat, Kecamatan Susut. 

"Dia asalnya dari Desa Pupuan, Tegalalang, Gianyar. Ditengah perjalanan sekitar pukul 14.00 Wita, tiba-tiba turun hujan. Sehingga pelaku memutuskan untuk berteduh di sebuah warung yang berlokasi di Banjar Tiga Kangin, Desa Tiga, Kecamatan Susut," jelasnya.

Pada saat berteduh, lanjut Kapolsek, pelaku sempat memesan kopi serta menawar mantel (jas hujan).

Baca juga: Bansos BSU Rp1 Juta untuk November 2021 Telah Bisa Dicairkan, Ini Cara Cek BSU

Baca juga: Tes SKB CPNS Tahun 2021 Dimulai Hari Ini, Simak Materi Kompetensi, Ketentuan Hingga Rincian Gaji

Ia juga meminta kepada penjaga warung untuk memindahkan sepeda motornya dengan alasan sedang bersembunyi dari pacarnya.

"Pada saat penjaga warung memindahkan motor itulah pelaku melakukan aksinya. Dia masuk ke kamar korban dan mendapati uang tunai sebesar Rp15 juta, dan membongkar lemari yang didalamnya juga ada uang sebesar Rp1,5 juta," ungkapnya.

AKP Dewa Yoga mengatakan, uang tunai sebesar Rp. 16,5 juta itu sejatinya hendak digunakan korban untuk membayar daging.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved