Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Mengenal Depresi Postpartum, Kondisi Mental yang Melanda Ibu Pasca Persalinan

Wanita yang mengalami psikosis postpartum bisa mengalami delusi mendengar suara-suara, halusinasi, dan keinginan menyakiti diri sendiri dan bayinya.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
pexels/katsmith
Ilustrasi - depresi postpartum, kondisi mental yang menyerang ibu pasca melahirkan. 

Sebagaimanapun rasa cinta dan kebahagiaan saat bayi lahir, 50%-85% wanita pasti akan mengalami yang namanya baby blues.

Baby blues seringkali muncul beberapa hari setelah melahirkan.

Perasaan depresi, cemas, atau marah ini akan terus dirasakan dalam waktu satu hingga dua minggu, dan akan perlahan-lahan menghilang setelahnya.

Baca juga: Birthing Ball, Metode Senam Hamil untuk Mengurangi Rasa Sakit Persalinan Normal

2. Depresi postpartum

Kondisi ini seperti tahap lanjutan dari baby blues.

Gejala depresi dan kecemasan bertahan dalam waktu lebih dari dua minggu, bahkan bisa berbulan-bulan.

Hal ini dapat dikatakan sebagai kondisi mental yang cukup serius.

Kondisi depresi pasca persalinan ini bisa ditangani dengan psikoterapi atau pengobatan.

Baca juga: Gangguan Mental Pasca Persalinan Intai Banyak Wanita, Berikut Faktanya

3. Psikosis pasca persalinan

Psikosis adalah bentuk parah dari depresi postpartum.

Kondisi ini dialami oleh 2 dari 1000 ibu pasca melahirkan.

Kondisi ini dianggap penyakit mental yang berbahaya, baik bagi sang ibu maupun bayi.

Wanita yang mengalami psikosis bisa mengalami delusi, mendengar suara-suara, halusinasi, dan keinginan menyakiti diri sendiri atau bayinya.

Psikosis pasca persalinan dianggap sebagai kondisi darurat medis.

Baca juga: Benarkah Rutin Minum Air Kelapa Dapat Memperlancar Persalinan? Dokter Kandungan Ungkap Fakta Ini

Gejala depresi pasca persalinan

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved