Breaking News:

Tips Kesehatan

Mengenal Depresi Postpartum, Kondisi Mental yang Melanda Ibu Pasca Persalinan

Wanita yang mengalami psikosis postpartum bisa mengalami delusi mendengar suara-suara, halusinasi, dan keinginan menyakiti diri sendiri dan bayinya.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
pexels/katsmith
Ilustrasi - depresi postpartum, kondisi mental yang menyerang ibu pasca melahirkan. 

TRIBUN-BALI.COM – Hai, Tribunners! Apakah anda pernah mendengar istilah ‘baby blues’?

Sindrom baby blues adalah kondisi yang dialami ibu yang baru melahirkan, di mana ibu merasa sedih, cemas, dan sensitif hingga mudah tersinggung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Namun, ada sebuah kondisi yang lebih serius di mana kondisi depresi ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Kondisi ini disebut dengan postpartum depression atau depresi postpartum, juga bisa disebut depresi pasca persalinan.

Baca juga: Rasa Lesu Hingga Nyeri Tubuh, Inilah 5 Gejala Anda Mengalami Depresi dan Harus Mencari Pertolongan

Apa itu depresi postpartum?

Sesuai namanya, postpartum depression (PPD) atau depresi pasca persalinan adalah depresi yang terjadi dan dialami oleh ibu setelah melahirkan.

Kehamilan, persalinan, dan kehadiran anggota keluarga baru dalam rumah mengakibatkan perubahan fisik, mental, dan gaya hidup, yang cukup luar biasa bagi seorang wanita.

Penyesuaian terhadap kehidupan baru ini bisa jadi sangat sulit bagi sebagian orang, hal inilah yang menyebabkan seorang ibu baru, mengalami kondisi mental depresi pasca persalinan.

PPD adalah kondisi yang umum dialami, 1 dari 8 wanita pernah mengalaminya.

Orang dengan PPD mengalami gejala-gejala seperti depresi, rasa sedih, kehampaan, bahkan menarik diri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved