Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Mengenal Depresi Postpartum, Kondisi Mental yang Melanda Ibu Pasca Persalinan

Wanita yang mengalami psikosis postpartum bisa mengalami delusi mendengar suara-suara, halusinasi, dan keinginan menyakiti diri sendiri dan bayinya.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
pexels/katsmith
Ilustrasi - depresi postpartum, kondisi mental yang menyerang ibu pasca melahirkan. 

Tidak semua orang merasakan gejala PPD yang sama.

Namun bagi seorang ibu baru, sangat penting untuk menyadari gejala-gejala ini.

Anda tidak perlu merasa bersalah atau malu, mengalami depresi pasca persalinan tidak akan membuat anda jadi ibu yang buruk.

Psikiater dan keluarga akan membantu anda untuk menghadapinya, hingga anda menjadi ibu yang bahagia dan sehat secara mental.

Inilah beberapa gejala depresi pasca persalinan:

Baca juga: Mitos atau Fakta Tidur Siang Usai Melahirkan Bikin Darah Putih Naik ke Mata

  • Merasa sedih
  • Mood yang buruk dan depresi
  • Sering menangis
  • Lebih sering marah-marah
  • Menarik diri
  • Cemas dan khawatir
  • Rasa khawatir tidak sanggup merawat bayi
  • Perubahan nafsu makan
  • Tidak lagi menikmati kegiatan yang disukai
  • Lelah dan letih
  • Perubahan energi, dari yang cekatan menjadi lambat
  • Rasa bersalah
  • Susah berpikir
  • Perasaan tidak berharga
  • Tidak tertarik pada bayi
  • Merasa tidak punya koneksi dengan bayi
  • Rasa takut akan menyakiti diri sendiri atau bayi

Baca juga: Orang Tua yang Anaknya Masih Kecil Harus Baca, Ini 8 Penyebab Demam pada Bayi

Penyebab depresi pasca persalinan

1. Perubahan hormon

Salah satu faktor terbesar di balik depresi pasca persalinan adalah perubahan hormon yang naik-turun.

Hormon estrogan dan progesteron yang tinggi saat hamil langsung anjlok sesaat setelah melahirkan.

Perubahan besar tersebut bisa menjadi penyebab depresi

2. Kondisi medis lainnya

Fungsi tiroid sangat penting untuk suasana hati, energi, nafsu makan, dan banyak lagi.

Kelahiran dapat memengaruhi kadar tiroid dan berkontribusi pada gejala depresi.

Baca juga: Bisa Memperparah Gejala Hiperaktif, Inilah 7 Makanan yang Harus Dihindari bagi Anak ADHD

3. Gaya hidup

Stress, perubahan mendadak dalam hidup, rutinitas, dan hubungan dengan pasangan bisa berdampak besar pada kondisi mental ibu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved