Breaking News:

Berita Jembrana

Sebanyak 237 Ekor Anjing di Jembrana Divaksin Menyusul Kasus Gigitan di Manistutu

Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, menggelar vaksinasi serentak, Senin, 22 November 2021.

I Made Ardhiangga Ismayana
Kegiatan vaksinasi yang digelar petugas Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, Senin, 22 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, menggelar vaksinasi serentak, Senin, 22 November 2021.

Sebanyak 237 ekor anjing milik warga yang berada di beberapa banjar divaksin oleh petugas.

Hal ini dilakukan setelah adanya kasus gigitan yang terjadi pada awal November 2021.

Baca juga: Ops Zebra Agung, Satlantas Jembrana Sasar Kartu Vaksin Covid-19

Kabid Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Wayan Widarsa mengatakan, hasil vaksinasi rabies zona merah di Desa Manistutu dilakukan mulai 18 November 2021 lalu hingga 22 November 2021 hari ini.

Sebanyak 237 di Banjar Katulampa dan Banjar Benel 115 ekor dan pada 22 November 2021 ini, ada di Banjar Kemoning, Ketiman Kaja, dan Pendem sebanyak 122 ekor.

“Untuk selanjutnya nanti pada Selasa 23 November akan ada satu putaran lagi di tiga banjar tersebut,” ucapnya.

Widarsa mengatakan, kasus gigitan anjing rabies sendiri terjadi pada 1 November 2021 lalu.

Baca juga: Ops Zebra Agung, Satlantas Jembrana Sasar Kartu Vaksin Covid-19

Baca juga: Simak Cara Dapat Bantuan Usaha Pariwisata Rp2 Juta, Dibuka 15-26 November 2021 

Dimana anjing jenis mix, berkelamin jantan dengan umur kurang lebih 5 tahun, anjing peliharaan warga sendiri, menggigit pemilik anjing.

Dan sebelumnya sudah mendapat vaksin rabies tahun 2019.

Baca juga: Warga Keluhkan Sampah Meluber hingga Bau Menyengat di TPS Arum Jembrana

Baca juga: Warga Keluhkan Sampah Meluber hingga Bau Menyengat di TPS Arum Jembrana

Baca juga: Simak Cara Dapat Bantuan Usaha Pariwisata Rp2 Juta, Dibuka 15-26 November 2021 

“Anjing sempat berkelahi dengan anjing lain, menunjukkan perubahan perilaku, lalu diikat oleh pemilik sekaligus korban. Korban tergigit di mata kaki kanan, saat akan memindahkan anjing ke tempat teduh, karena hujan. Anjing mati sendiri, sebelumnya sempat juga menggigit anak anjing sampai mati. Anjing menggigit pada 1 November dan mati pada 6 November,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved