Breaking News:

Berita Gianyar

Nakes di RSUD Sanjiwani Tak Ambil Jatah Staycation Menparekraf, Wadir Pelayanan: Mereka Setia Kawan

dari seratusan nakes yang terdiri dari dokter dan perawat yang berhak menerima staycation, hanya delapan orang yang mendaftar. 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Badrun
Suasana RSUD Sanjiwani Gianyar, Bali, Selasa 30 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar, telah diminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menyetorkan nama-nama tenaga kesehatan yang selama ini menangani pasien covid-19.

Namun, dari seratusan nakes yang terdiri dari dokter dan perawat yang berhak menerima staycation atau liburan gratis dibiayai kementerian, hanya delapan orang yang mendaftar. 

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Rabu 1 Desember 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) memberikan program apresiasi staycation di hotel dalam negeri kepada para tenaga kesehatan (nakes) penanganan covid-19.

Selain ditujukan bagi para nakes, program tersebut juga ditujukan bagi tenaga penunjang fasilitas kesehatan (faskes) penanganan covid-19.

Program ini sudah beredar sejak beberapa bulan terakhir.

Baca juga: 85 Nakes di Jembrana Nikmati Program Staycation Menparekraf, Salah Satunya Puskesmas II Negara

Baca juga: Badung Belum Dapat Kuota, Nakes yang Tangani Covid-19 Bisa Nikmati Staycation

Baca juga: Menparekraf Tawarkan Staycation, Nakes RSU Bangli Enggan Ambil Bagian

Namun di RSUD Sanjiwani, nakes yang sudah mendaftar untuk menikmati liburan tersebut baru delapan orang.

Banyak yang tidak mengambil jatah ini, dikarenakan jumlah nakes di RSUD Sanjiwani terbatas.

Dimana, mereka tidak ingin membebani rekannya saat mereka berlibur. 

Wadir Pelayanan RSUD Sanjiwani Gianyar, Dokter Agung Oka Brata membenarkan bahwa pihaknya telah diminta untuk menyerahkan daftar nama naker yang akan mengikuti staycation.

"Kita cuma mendata terus melaporkan ke pusat. Jumlahnya tidak lebih dari 8 orang, terdiri dari dokter dan perawat," ujarnya.

Kata dia, keterbatasan nakes di RSUD Sanjiwani, akan berdampak pada pelayanan jika semua nakes covid-19 ikut mendaftar.

Namun, kata Dokter Oka, para nakes di RSUD Sanjiwani telah memahami situasi ini. 

"Jadi di kita, tenaga kita pas-pasan. Banyak yang menyadari hal itu. Apalagi mereka kan selama ini kerja bersama-sama, jadi mereka berpikir tidak enak meninggalkan temannya liburan. Jadi, mereka tidak mendaftar karena kesadaran sendiri," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved