Tips Kesehatan

Termasuk Merokok & Dehidrasi, Kenali Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Tribunners, pembekuan darah di otak bisa terjadi ketika sekumpulan darah seperti gel terbentuk di pembuluh darah organ vital ini.

Editor: Karsiani Putri
Istimewa/ Kompas
ILUSTRASI- Pembekuan darah di otak 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tribunners, pembekuan darah di otak bisa terjadi ketika sekumpulan darah seperti gel terbentuk di pembuluh darah organ vital ini.

Normalnya, pembekuan darah berfungsi untuk mencegah pendarahan ketika salah satu jaringan atau bagian tubuh terluka.

Namun, pembekuan darah yang tak terkendali bisa berbahaya bagi kesehatan.

Apabila masalah kesehatan ini terbentuk di otak, penderita berisiko terkena stroke.

Baca juga: Termasuk Tubuh Kehilangan Keseimbangan, Ini Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Baca juga: Ketahui Jenis Pelanggaran, Denda Hingga Lokasi Operasi Zebra Agung 2021

Stroke dapar terjadi ketika pembekuan darah di otak ukurannya cukup besar, sampai menghambat pasokan darah ke otak, merusak, atau membunuh jaringan otak yang kekurangan pasokan darah.

Penyebab pembekuan darah di otak

Pembekuan darah di otak rentan dialami sejumlah orang.

Melansir beberapa sumber, berikut beberapa di antaranya:

  • Usia di atas 65 tahun
  • Tirah baring atau bedrest dalam waktu lama
  • Baru operasi atau mengalami cedera
  • Minum pil KB atau menjalani terapi sulih hormon
  • Penderita kanker atau pernah menjalani terapi kanker
  • Punya keluarga yang mengidap pembekuan darah
  • Mengidap gangguan pembekuan darah seperti Faktor V Leiden, sindrom antifosfolipid atau polisitemia vera
  • Terserang Covid-19
  • Kelebihan berat badan
  • Tidak aktif bergerak
  • Merokok atau sering terpapar asap rokok
  • Dehidrasi
  • Pembekuan darah di otak tak boleh disepelekan karena berisiko fatal.

Baca juga: Termasuk Tubuh Kehilangan Keseimbangan, Ini Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Untuk itu, kenali beragam gejalanya.

Gejala pembekuan darah di otak

Darah mengandung unsur penting seperti sel, nutrisi, protein, sampai oksigen yang setiap saat mengalir melalui aliran darah.

Jika salah satu aliran darah ini terhambat atau tersumbat, darah akan menggumpal dan membentuk darah beku.

Baca juga: Termasuk Tubuh Kehilangan Keseimbangan, Ini Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Bekuan darah ini bisa pecah dan memasuki aliran darah dalam bentuk serpihan bekuan darah atau embolus.

Ketika embolus mengalir ke pembuluh darah atau jaringan otak penderita bisa merasakan beragam gejala penyakit.

Baca juga: Termasuk Tubuh Kehilangan Keseimbangan, Ini Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved