Breaking News:

Berita Gianyar

Terkait Masalah Utang Oknum DPRD Gianyar, BK Putuskan Tidak Ada Sanksi

Badan Kehormatan DPRD Gianyar menggelar sidang putusan terkait nasib oknum anggota dari Fraksi Demokrat terkait laporan pegawai DPRD Kota Mataram

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
BK DPRD Gianyar menggelar sidang dalam memutus persoalan utang seorang oknum DPRD Gianyar, Kamis 2 Desember 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Badan Kehormatan DPRD Gianyar, Bali menggelar sidang putusan terkait nasib oknum anggota DPRD Gianyar, dari Fraksi Demokrat terkait laporan pegawai DPRD Kota Mataram tentang yang bersangkutan, dalam hal ini IGS yang tidak membayar utang senilai Rp10 juta meskipun telah ditagih berkali-kali.

Rapat yang berlangsung, Kamis 2 Desember 2021 itu memutuskan permasalahan ini telah selesai, dan tidak mengenakan sanksi apa pun pada yang bersangkutan. 

Hal itu karena IGS telah memenuhi setiap arahan dari Badan Kehormatan (BK). Yakni, yang bersangkutan mau membayar atau melunasi utang Rp10 juta tersebut. 

Baca juga: Pemkab Gianyar Belum Terima Surat Terkait Larangan Cuti Akhir Tahun

Adapun sidang BK tersebut dihadiri, Ketua BK DPRD Gianyar, I Ketut Sumadi, Wakil Ketua BK DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra, anggota I Made Janji dan I Made Togog.

Sidang yang berlokasi di ruang BK DPRD Gianyar tersebut tanpa kehadiran IGS. 

Ketua BK DPRD Gianyar, I Ketut Sumadi ditemui seusai sidang tersebut mengatakan, kegiatan yang dilakukan di ruang BK ini adalah membahas dan memutuskan tindakan BK terkait kasus utang yang dilakukan oleh IGS.

Sebelum putusan ini dilakukan berdasarkan sejumlah mekanisme.

Baca juga: Tidak Bertemu Pemilik Rumah, Penanganan Pohon Tumbang di Gianyar Baru Selesai dalam 3 Hari

Di mana sejak adanya surat dari DPRD Kota Mataram terkait IGS ini, pihaknya langsung memanggil IGS di hadapan anggota BK DPRD Gianyar.

Saat itu, yang bersangkutan mengaku memiliki utang pada seorang pegawai di DPRD Kota Mataram. 

"Beliau (IGS) datang dan membenarkan kejadian itu. Kita di BK menyarankan agar tidak berlarut persoalan ini, kalau bisa selesaikan secara kekeluargaan. Mengembalikan uang yang dipinjamkan ini. Lalu, IGS minta waktu habis Kuningan mengembalikan uang itu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved