Breaking News:

Berita Karangasem

Kasus DBD Tahun 2021 Menurun di Karangasem

Kasus demam berdarah dengue di Karangasem tahun 2021 alami penurunan dibandingkaan  2020 lalu.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Noviana Windri
pixabay.com
Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kasus demam berdarah dengue di Karangasem tahun 2021 alami penurunan dibandingkaan  2020 lalu.

Sampai November 2021, kasus deman berdarah di Karangasem mencapai angka sekitar 153  kasus.

Tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, sesuai data Dinas Kesehatan  kasus DB alami penurunan di bandingkan tahun 2020 lalu.

Penurunannya sampai mencapai angka 70 persen lebih .

Tak ada korban jiwa yang  diakibatkan oleh DBD.

Baca juga: Ketahuilah 3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Baca juga: Meski Terus Diguyur Hujan, Dinkes Badung Sebut Kasus DBD Menurun Tiap Bulan

Baca juga: 10 Bulan Hanya Tercatat 14 Kasus, Penerapan Prokes Jadi Faktor Utama Kasus DBD Menurun

"Kasus DB Tahun 2021 menurun dibandingkan Tahun 2020 lalu. Sekarang kasus hanya 153, sedangkaan 2020 kemarin mencapai sekitar 919 kasus," kata I Gusti Bagus Putra Pertama. Tahun 2021 kasus terbanyak di Kecamatan Karangasem, Kubu, Manggis, Sidemen, Abang, Bebandem.

Ditambahkan, menurunnya kasus DBD di Karangasem karena tahunan.

Biasanya DBD alami peningkatan saat akan memasuki  hujan.

Faktor alam juga jadi pemicu turun kasus.

Yang terpenting, hidup perilaku bersih warga harus dijaga sehingga tak ada jentik  yang brsarang sekitar rumah.

"Kasus DBD masih menjadi ancaman apalagi saat ini mulai turun hujan. Masyarakat  harus galakan perilaku hidup bersih serta gerakan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Semoga  kasus DBD  di Karangasem bisa ditekan,"akui Pertama, peejabat asal dari Sidemen.

Untuk menekan kasus DBD di Karangasem, pemerintah daerah rencana aktifkan kembali Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Pemberantasan DBD di setiap desa.

Hal itu perlu dijalankan agar Karangasem bisa menekan penyebaran DBD setiap tahunnya secara konsisten. 

Baca juga: Selama Januari Hingga Agustus 2021, Kasus DBD di Provinsi Bali Tembus 2 Ribuan Kasus

Baca juga: Masuki Musim Penghujan, Jembrana Gelar Fogging untuk Tangkal DBD

Bentuk aksi lain yang dilakukan petugas dari Dinas Kesehatan yakni pemberantasan sarang nyamuk dengan program 1 rumah 1 jumantik (juru pemantau jentik).

Program ini rencananya disinergisitaskan dengan petugas Satgas COVID di masing - masing Desa Adat, Dinas, serta Baanjar.

"Petugas Dinas Kesehatn juga rutin melakukan fogging. Kegiatan difokuskan untuk daerah yang sudah ada kasus DBD. Fogging ini rutin dilakukan,"i mbuh Gusti Putra  Pertama.

Melalui  kegiataan ini diharapkan kasus DBD bisa ditekan di Karangasem.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved