Breaking News:

Berita Gianyar

KISAH Aiptu Sumerta, Bhabinkamtibmas Siangan Selalu Gunakan Waktu Luang Ajarkan Difabel Baca Tulis

Polisi sebagai abdi masyarakat tercermin dari seorang Bhabinkamtibmas Desa Siangan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, yakni Aiptu I Kadek Sumerta.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Badrun
Bhabinkamtibmas Siangan, Aiptu I Kadek Sumerta saat mengajar anak difabel di Yayasan Bhakti Senang Hati, Desa Siangan, Gianyar, Bali, Selasa 14 Desember 2021 

TRIBUN-BALI COM, GIANYAR - Polisi sebagai abdi masyarakat tercermin dari seorang Bhabinkamtibmas Desa Siangan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, yakni Aiptu I Kadek Sumerta.

Dimana,  di sela-sela kesibukannya sebagai Bhabinkamtibmas di wikayah binaannya, ia selalu menyempatkan waktunya untuk mengajar penyandang difabel baca dan tulis.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Selasa 14 Desember 2021, tempat yang menjadi lokasi Aiptu Sumerta mengajarkan warga penyandang diabel yang tinggal di Yayasan Bhakti Senang Hati Desa Siangan, dimana hal ini merupakan aktivitas rutinnya ketika memiliki waktu luang di sela-sela kesibukannya dalam menjalankan tugas sebagai aparat kepolisian.

Di sana, Aiptu Sumerta mengajarkan warga difabel ini tentang percakapan dan tata cara memberi salam, dan pelajaran wajib yang diberikan adalah membaca dan menulis. 

Aiptu Sumerta mengatakan, kegiatan ini merupakan panggilan hati.

Baca juga: Kisah Korban Banjir Bandang Nusa Penida, Wayan Brata Diselamatkan Anaknya, Rumah Komang Damai Hancur

Baca juga: KISAH Wayan Brata, Nyaris Tenggelam Lalu Selamatkan Cucunya Saat Banjir Bandang di Nusa Penida

Baca juga: Kisah Pilu dan Duka Kushedya Dikabari Ayahnya Meninggal Saat Bela Timnas Indonesia, Begini Katanya

"Ini merupakan panggilan hati untuk membekali kemampuan tentang baca tulis kepada warga difabel sehingga tumbuh semangat hidup, kemandirian dan mewujudkan kualitas hidup yang berkarakter," ujarnya.

Di samping itu, kata dia, mengajar baca tulis ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengentaskan buta aksara, sebagaimana  tertuang dalam landasan pokok Pendidikan Nasional adalah UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat (1) Yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.

Warga Negara yang di maksud ialah seluruh warga Negara Indonesia termasuk warga Disabilitas.

"Saya di sela-sela kesibukan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Yayasan Bhakti Senang Hati Desa Siangan ini untuk mengunjungi warga disabilitas yang ada di yayasan ini, sesekali saya ajarkan mereka seperti membaca dan menulis serta hal-hal positif lainnya," ujarnya.

Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati, I Nyoman Sukadana mengatakan bahwa dirinya bersama warga yayasan merasa sangat bersyukur memiliki Bhabinkamtibmas yang selalu memberikan perhatian, tidak hanya mengamankan wilayah desa tapi juga peduli di bidang sosial dan pendidikan anak-anak yayasan.

"Kami sangat bersyukur, karena bukan hanya memberikan kami rasa aman, tetapi juga pak polisi ikut membantu kami dalam memberikan hal positif pada warga yayasan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved