Breaking News:

Berita Bangli

Luas Lahan Pertanian di Bangli Berkurang 38,2 Hektare Selama Tiga Tahun Terakhir

Mengingat Bangli masih kekurangan beras 6 hingga 8 ton setiap tahun," ungkapnya saat ditemui Selasa (21/12/2021).

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas PKP Bangli, I Made Alit Parwata. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Lahan pertanian di Bangli mengalami alih fungsi setiap tahun.

Terbukti dalam tiga tahun terakhir, lahan pertanian yang telah beralih fungsi tercatat seluas 38,2 hektare.

Jumlah tersebut berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Made Alit Parwata mengungkapkan, pada tahun 2018 luas lahan baku sawah di Bangli yakni 2.202 hektare.

Baca juga: Lelang Jabatan di Pemkab Bangli Masih Tunggu Rekomendasi KASN, Ada 9 Jabatan yang Akan Dibuka

Sementara untuk data terakhir tahun 2021, luas baku sawah tercatat 2.163,74 hektare.

"Artinya ada 38,2 hektare lahan yang mengalami alih fungsi dalam tiga tahun.

Jumlah ini tergolong besar apabila dikaitkan dengan kebutuhan beras di Bangli. Mengingat Bangli masih kekurangan beras 6 hingga 8 ton setiap tahun," ungkapnya saat ditemui Selasa (21/12/2021).

Alit menyebut, alih fungsi lahan yang paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Bangli.

Beberapa diantaranya di Sidawa, Bunutin, dan sekitaran Bebalang.

"Penyebab alih fungsi ini karena meningkatnya kebutuhan lahan pembangunan, akibat pertambahan jumlah penduduk," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved