Berita Tabanan
Polsek Selemadeg Timur Tabanan Libatkan Dua Badut Saat Vaksinasi Anak Sekolah
Hal ini membuat pihak Polsek Selemadeg Timur melakukan langkah untuk menarik perhatian dan menghilangkan rasa takut anak tersebut.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah berjalan sejak pekan lalu.
Namun, sebagian anak justru ada yang masih takut disuntik.
Hal ini membuat pihak Polsek Selemadeg Timur melakukan langkah untuk menarik perhatian dan menghilangkan rasa takut anak tersebut.
Cara tersebut adalah dengan menghadirkan dua orang badut.
Badut-badut ini berasal gepeng yang sebelumnya ditertibkan petugas Satpol PP Tabanan belum lama ini.
Baca juga: Fasilitas Umum di Tabanan Ditutup Dua Hari Saat Nataru, Masyarakat Diharapkan di Rumah Saja
Pelaksanaan vaksinasi dengan mendatangkan badut ini dilakukan di dua sekolah yakni SDN 1 Megati yang diikuti oleh siswa dari SDN 1 dan 2 Megati.
Kemudian juga di SDN 1 Tegal Mengkeb yang diikuti siswa dari SDN 1 dan 2 setempat.
"Nggih, ada dua badut yang kita libatkan dalam pelaksanaan vaksinasi anak 6-11 tahun ini. Tujuannya adalah tak lain untuk memberikan rasa nyaman pada anak saat mengikuti vaksinasi, mengingat jika anak anak pasti ada rasa takutnya."
"Selain itu juga untuk menghilangkan rasa bosan saat menunggu giliran vaksinasi," ungkap Kapolsek Selemadeg Timur, AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, Selasa 21 Desember 2021.
Baca juga: Lagi Duduk di Trotoar Ditabrak Mobil Oleng, Satu Orang Meninggal, 2 Orang Dirawat di RSUD Tabanan
Mantan Kasat Intelkam Polres Jembrana ini menjelaskan, dua badut yang dilibatkan dalam vaksinasi anak ini adalah mereka (gepeng) yang sebelumnya diamankan Satpol PP Tabanan.
Mereka saat ini tengah dilakukan pembinaan dengan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Sehingga, dua orang ini dilibatkan untuk menjadi badut dalam vaksinasi.
"Jadi kita ajak menghibur di gerai vaksin wilayah Seltim saja. Apalagi mereka sedang mengikuti pembinaan sekarang dan juga daripada menggepeng. Mereka akan kami libatkan dari 21-27 Desember mendatang," ungkapnya.
Baca juga: DPRD Tabanan Pertanyakan Kasus Jebolnya Atap Plafon SDN 1 Batungsel, Proyek Telan Rp 600 Juta
Disinggung mengenai efek dari melibatkan badut ini, AKP Subakti menyatakan sangat efektif dan bisa menghilangkan rasa takut dari anak ketika akan divaksin.
Sehingga diharapkan juga pelaksanaan vaksinasi hingga 27 Desember 2021 mendatang bisa lancar sesuai target sasaran.
"Mereka (anak-anak) cukup senang bisa bermain dengan badut bahkan ada yang selfie dengan badut, jadi tidak ada lagi suasana tegang dan takut," tandasnya.
Dinkes Masih Pendataan Vaksinasi untuk Anak Disabilitas
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Susila menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun terus berjalan.
Saat ini, pihaknya juga sedang melaksanakan pendataan untuk vaksinasi anak disabilitas.
Sehingga, kata dia, hasil pendataan tersebut nanti akan diputuskan apakah petugas akan melakukan layanan jemput bola atau mereka diarahkan ke fasyankes terdekat.
"Untuk anak disabilitas kita masih lakukan pendataan. Yang jelas semua anak nantinya akan mendapat layanan vaksinasi," tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh orangtua untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi ini.
"Kami harap pada orangtua untuk senantiasa memberikan pemahaman pada anak, dan ikut menyukseskan vaksinasi anak 6-11 ini."
"Kemudian yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada anaknya, meskipun sudah mendapatkan vaksinasi, kepatuhan penerapan protokol kesehatan," tandasnya. (*)
Berita lainnya Berita Tabanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-vaksinasi-anak-usia-6-11-anak-di-wilayah-kecamatan-selemadeg-timur.jpg)